Namun, beberapa maskapai sudah berminat untuk ikut serta dalam meramaikan penerbangan di bandara baru itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa sudah mengajukan surat dan ada juga yang tertarik, seperti Lion Air, Sriwijaya Air, NAM Air," kata dia usai memaparkan rencana Pembangunan Bandara Bali Utara, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (22/2/2018).
Bandara Bali utara yang baru nantinya akan mendorong percepatan dan pemerataan pembangunan di Bali utara, serta memperluas akses penerbangan. Lokasi yang dipilih yaitu kawasan pantai Kutambahan, dengan rencana pembangunan bandara seluas 1.060 hektar, dengan panjang landasan 4.100 meter danfasilitas tambahan yaitu 30 gedung serta terminal seluas 230.000 meter.
Director PT Bandara Internasional Bali Utara (PT BIBU) Panji Sakti Tulus Pranowo menjelaskan, nantinya Bandara Bali Utara akan bisa menampung berbagai jenis pesawat, termasuk jenis Airbus A380 dengan kapasitas 555 kursi.
"Sebetulnya kalau tanya maskapai maaf, di Kertajati saja baru mulai minat, pada satnya kalau mereka melihat terminal yang sudah bagus mereka akan buka. Saya yakin di Bali potensinya masih tinggi dan banyak orang yang berminat akan di sana. Kapasitas kapal kita bisa tampung sampai yang airbus 380," katanya.
Rencanannya pembangunan bandara Bali Utara yang menunggu penetapan lokasi dari Kementerian Perhubungan ini akan didanai oleh perusahaan asing asal Kanada yaitu KINESIS Capital and Investment yang juga menjadi airport konsultan. Perushaan ini bakal menginvestasikan dana US$ 2 miliar atau sekitar Rp 27 triliun pada perusahaan lokal PT BIBU Panji Sakti.











































