Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 22 Feb 2018 20:23 WIB

Atasi Macet Jakarta Tak Cukup Hanya Andalkan MRT dan LRT

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Achmad Dwi Afriyadi Foto: Achmad Dwi Afriyadi
FOKUS BERITA MRT Siap Beroperasi
Jakarta - Untuk mengatasi macet di DKI Jakarta tak bisa hanya bisa mengandalkan Light Rapid Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT) yang saat ini sedang dibangun. Butuh integrasi dengan tranportasi umum lainnya dan juga dukungan dari masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

"Jadi gini, tujuan kita membangun LRT bukan berarti kemacetan langsung terurai, karena kan memang begitu LRT selesai, MRT selesai, bus-bus yang ada kita baru mampu angkut 6 juta orang per hari, sementara pergerakan kita kan 48 juta. Ada berapa puluhan juta lagi nggak tertampung, jadi bukan berarti itu menyelesaikan solusi kemacetan," kata Bambang.

Pembangunan LRT dan MRT di Jakarta menjadi salah satu fasilitas yang disediakan oleh pemerintah untuk masyarakat dengan tujuan menjadi terbiasa menggunakan transportasi umum.

"Kita membangun sistem transportasi yang ada, masyarakat banyak pilihan, mau naik pribadi, angkutan massal sudah tersedia," jelas dia.

Kemacetan di Jakarta, Bambang bilang, salah satu penyebabnya juga karena rasio jalan raya yang tidak cukup lagi seiring dengan pertumbuhan penjualan kendaraan pribadi yang terus meningkat.

"Jalan kan sudah terbatas udah nggak bisa lagi kan dikembangin, makanya kita harus menyediakan angkutan massal terus supaya mobil pribadi juga pindah ke angkutan massal," ungkap dia.

Tingkat kemacetan di DKI Jakarta juga tidak bisa dibandingkan dengan kota-kota besar di negara ASEAN. Menurut Bambang, jika dibandingkan menjadi tidak apple-to-apple atau tidak setara.

"Karena negara itu semakin maju, misalnya Jakarta dibandingkan Singapura, jelas mereka sudah bergerak duluan dan dia improve terus, jadi nggak relevan, yang penting adalah kita juga bergerak dan ada perbaikan itu paling penting buat kita," kata dia.

Guna mendekatkan masyarakat dengan fasilitas transportasi umum pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan membangun Transtit Oriented Development (TOD) di empat lokasi, yakni Poris Pelawad Kota Tangerang, Pondok Cabe Kota Tangerang Selatan, Baranangsiang di Bogor, dan Jatijajar di Depok.

"Jadi ada tiga layer, layer pertama adalah transitnya, layer kedua commercial area, layer ketiga pemukiman dan perkantoran, tapi kita enggak urusin MBR, kan ada Meneg BUMN," tutup dia. (dna/dna)
FOKUS BERITA MRT Siap Beroperasi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed