Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 24 Feb 2018 13:10 WIB

Ini yang Jadi Penyebab Banyaknya Kecelakaan Konstruksi

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pemerintah saat ini sedang gencar membangun infrastruktur untuk menyejahterakan masyarakat. Namun sayangnya hal itu dibarengi dengan terjadinya beberapa kecelakaan kerja.

Menurut Tim Ahli Struktur dan Konstruksi Kementerian PUPR Priyo Susilo saat ini pihaknya mengakui adanya kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk ahli pengerjaan konstruksi.

"Memang kita akui di Kementerian PUPR juga mengalami kendala itu. Jujur kita kekurangan tenaga ahli jujur saja, sama BUMN juga," katanya di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (24/2/2018).


Ia menilai hal itu lah yang menyebabkan terjadinya beberapa kecelakaan kerja di konstruksi. Pasalnya, pembangunan yang terjadi saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa waktu lalu.

"Dulu hampir 10 tahun lalu tak setinggi sekarang proyeknya. Sehingga rekan-rekan di BUMN jadi nggak prepare tenaga ahli. Jadi kekurangan SDM yang ahli dan pengalaman yang cukup," imbuhnya.

Ia pun menilai bahwa perlu adanya pelatihan SDM untuk menunjang pembangunan proyek yang gencar saat ini.

"Jadi perlu lembaga yang melatih manusia untuk bagian jalan raya atau bendungan," imbuhnya.


Selain itu, ia menyoroti kecelakaan konstruksi yang baru-baru ini terjadi, yakni robohnya kepala tiang Tol Becakayu. Ia menilai kejadian tersebut merupakan kecelakaan kerja dan bukan gagal konstruksi.

"Jadi yang kemarin di Becakayu itu belum gagal konstruksi, tapi masih kecelakaan kerja. Kalau gagal konstruksi bangun udah selesai rusak tapi masa pemeliharaan," imbuhnya.

Selain itu ia mengatakan kelelahan dari pekerja sebagai salah satu penyebab juga. Untuk itu ia menyarankan agar para pekerja selalu diawasi bekerja dalam tiga shift.

"Kita amati kecelakaan kerja pasti terjadi subuh atau pagi. Itu dari lembur mereka lelah. Jadi kerja di proyek jangan kita lepas kerja tiga shift tapi nggak dikontrol karena itu keselamatan kerja," ungkapnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed