Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 28 Feb 2018 21:18 WIB

China Kaji Jalur Kereta Cepat JKT-BDG ke Bandara Kertajati

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Istimewa/news.cn Foto: Istimewa/news.cn
Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Luhut Panjaitan, mengatakan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung (JKT-BDG) akan diteruskan hingga ke Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka. Rencana itu dibahas dalam pertemuan antara Luhut dengan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Menurut Luhut, pembangunan fisik jalur kereta cepat JKT-BDG akan berlangsung mulai tahun ini.

"Insya Allah tahun ini akan mulai. Jadi malah kita sudah bicara lebih panjang kita mau buat studi karena bagaimanapun Pulau Jawa ini kan akan jadi satu paling tidak Bandung Jakarta ini peramalan dari studi dari Bappenas itu 2030 sudah jadi satu jadi transportasinya pun jadi satu," ujar Luhut.

"Kita sekarang berpikir supaya cost-nya dia bisa turun, kita mau bikin Jakarta Bandung ini lanjut ke Kertajati. Kemudian Yogyakarta, Solo sampai Surabaya," sambungnya.


Luhut menjelaskan pengembangan jalur kereta cepat JKT-BDG ke Bandara Kertajati akan dikaji lebih lanjut oleh pihak China.

"Iya itu yang lagi studi mereka sih, ya kalau saya sih senang saja, tapi kita nggak mau angkanya semahal yang sekarang," kata Luhut.


Sebagai informasi, nilai proyek kereta cepat JKT-BDG membengkak menjadi US$ 6,071 miliar atau sekitar Rp 81,96 triliun (kurs US$ 1 = Rp 13.500). Sebelumnya, nilai proyek ini dihitung sebesar US$ 5,988 miliar.

Selain bicara soal pengembangan jalur kereta cepat JKT-BDG, menurut Luhut, dibahas pula soal pinjaman dari China Development Bank (DB) yang tak kunjung cair. Menurutnya ada persoalan teknis yang perlu diselesaikan.


Cuma, Luhut enggan menjelaskan masalah teknis apa yang terjadi.

"Dia (CDB) bilang lagi ada masalah dan akan secara cair danannya. Iya ada lah tentang teknis. Tetap kita jalan, kalau ada penundaan kita melakukan evaluasi teknis dengan angka- angkanya dari pihak Indonesia ya sehingga kita nggak mau nanti kereta api ini berhenti di tengah jalan," terang Luhut. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed