Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 02 Mar 2018 10:16 WIB

Dibuat di Korsel, Begini Canggihnya Kereta LRT Jakarta

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. LRT Jakarta Foto: Dok. LRT Jakarta
Jakarta - Rangkaian rolling stock atau kereta light rail transit (LRT) Jakarta segera dikirim ke Jakarta setelah rampung uji cobanya di Changwon, Korea Selatan. Satu rangkaian kereta terdiri dari dua cars atau gerbong kereta yang bisa mengangkut hingga 279 penumpang.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Satya Heragandhi mengatakan kereta LRT Jakarta yang akan melintasi rute Kelapa Gading-Velodrome tersebut memiliki banyak keunggulan. Sistem metronya akan menggunakan lintasan standard gauge dan dioperasikan dengan rel listrik ketiga berdaya 750 V DC, sama seperti kereta Amsterdam Metro di Belanda.


"LRT Jakpro adalah LRT pertama di Indonesia yang menggunakan standar gauge 750 Volt DC. Juga memiliki radius belok yang paling kecil di antara sistem kereta api lainnya yaitu sekitar 30-60 meter radius beloknya sehingga cocok sekali untuk angkutan perkotaan yang melalui daerah pemukiman padat penduduk di Jakarta," kata Satya kepada detikFinance saat dihubungi, Jumat (2/3/2018).

Selain itu, Satya bilang produksi kereta LRT Jakarta juga merupakan salah satu produksi yang tercepat di dunia karena dalam waktu satu tahun sejak pemesanan, kereta tersebut dapat rampung hingga tahap uji coba. Sementara biasanya, waktu pengerjaan tersebut kata dia berkisar hingga 28 bulan.


"Kualitasnya juga baik. Bodinya aluminium, dan penggunaan teknologi tinggi sebagaimana seperti yang dipakai di pesawat. Kursinya juga stainless steel sehingga cocok dipakai di daerah-daerah panas seperti di Indonesia dan juga lebih awet," katanya.

"Sistem keamanannya juga internasional. Misalnya ada penumpang yang kejepit di pintu saat berdesakan maka pintu akan otomatis terbuka kembali seperti di lift dan berbagai fitur keamanan penumpang lainnya yang memastikan keamanan penumpang jadi perhatian utama kita," tambah Satya.

Namun pengoperasian LRT Jakarta nanti akan masih menggunakan masinis. Pengoperasian kereta dengan masinis kata dia demi meminimalisir resiko mengingat ini adalah pertama kalinya LRT dioperasikan di Indonesia sehingga butuh waktu untuk bisa sampai dioperasikan tanpa masinis seperti di negara-negara lain.

"Kita harus pastikan kalau mau driverless, prosesnya akan lebih panjang untuk pastikan keselamatan dan sebagainya, di mana sistem kita masih membutuhkan waktu ke arah sana. Jadi sementara waktu kita fokus pada penggunaan driver," pungkasnya.

[Gambas:Video 20detik]

(eds/zul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed