Follow detikFinance
Senin, 12 Mar 2018 06:56 WIB

Pantura Cepat Rusak, Truk yang Lewat Sering Kelebihan Muatan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Wikha Setiawan/detikcom Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jakarta - Jalan Pantai Utara Jawa (Pantura) kerap diperbaiki karena sering rusak. Sebab itu, jalan ini sering disebut sebagai proyek abadi. Apa sebabnya?

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, jalan Pantura sering rusak karena dilewati oleh truk-truk yang kelebihan muatan.

"Jadi begini, problemnya satu, kita masih punya problem dengan kelebihan beban. Kalau tadi malam jalan itu kan, sebagian besar kan truk-truk dan semuanya oversize, overload," kata dia kepada detikFinance seperti ditulis Senin (12/3/2018).

Arie menyebut mayoritas truk yang melintas Pantura mengalami kelebihan muatan. Bahkan, dia mengatakan sampai 70%.

Selain itu, dia menuturkan, jalan tersebut sering rusak karena tanahnya lunak. Sehingga, jalan rawan ambles.


"Dan kondisi ini lebih diperburuk lagi, karena di Pantura semuanya tanahnya endapan, tanah lunaknya dalam sekali, sehingga pondasinya nggak bisa firm kuat, dia turun terus, muka air tinggi," sambungnya.

Oleh karena itu, Arie mengatakan, salah satu cara mengurangi beban jalan ialah memperbaiki jembatan timbang.

"Makanya kita kerjasama dengan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat kita mengaktifkan lagi jembatan timbang. Di mana jembatan timbang dulu dibilangnya itu adalah sumber pungli, kita sekarang Dirjen Perhubungan Darat meng-hire profesional dari Sucofindo dan Surveyor Indonesia," jelas Arie.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed