Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Mar 2018 10:48 WIB

Truk Besar di Pantura Ogah Masuk Tol Cipali, Ini Alasannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Okta Marfianto Foto: Okta Marfianto
Jakarta - Beroperasinya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) diharapkan dapat menjadi alternatif jalan bagi truk-truk selain Jalan Pantai Utara (Pantura) sehingga kerusakan jalan di wilayah Pantura dapat dikurangi. Namun, truk-truk tersebut ternyata masih memilih menggunakan Pantura.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, hal itu disebabkan sopir truk tidak membutuhkan waktu tempuh yang cepat. Menurutnya, sopir truk hanya butuh medan yang datar.

"Problemnya gini, dulu perkiraan kita kan 60% truk itu akan masuk tol setelah Cipali jadi, ternyata nggak, tetap. Kita pelajari tadi kenapa, karena truk ini nggak perlu cepat dan jalannya kan datar," kata dia kepada detikFinance seperti ditulis di Jakarta, Senin (12/3/2018).


Kemudian, dia menjelaskan, pola operasi truk relatif pendek. Misalnya, truk mengangkut barang dari Jakarta kemudian menurunkan muatan di Cirebon. Kemudian, di Cirebon mereka mengambil muatan lagi dan menurunkannya di Tegal.

"Sehingga dia tetap di jalanan nasional," sambungnya.

Selain itu, para sopir juga mudah beristirahat di jalan nasional daripada di tol. Di tol, mereka mesti sampai ke tempat istirahat (rest area) untuk istirahat.

"Berbeda kondisinya katakanlah Purbaleunyi, hampir semua masuk tol karena jalan nasional tanjakannya tinggi-tinggi dan tikungannya tajam-tajam, dia nggak bisa overload di situ sehingga lewat Purbaleunyi kan enak, tanjakannya lebih landai, lurus-lurus," jelasnya.

Arie menjelaskan, jalan Pantura mudah rusak karena mayoritas truk yang beroperasi kelebihan muatan. Bahkan, dia menyebut 70% truk yang beroperasi muatannya berlebih.

"70% semuanya, dari total 100%. Jadi 100% populasi truk berdasarkan data jembatan sebagai jembatan timbang, 70% di ruangan saya ada begitu lewat warnanya merah, dia overload, sebenarnya kita tahu, nomornya berapa, dll. Ini akan kita tertibkan juga," tutupnya. (zul/zul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed