Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Mar 2018 16:55 WIB

Cuaca Ekstrem Hambat Pembangunan Proyek LRT Jakarta

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: WIKA Foto: WIKA
Jakarta - Proyek kereta ringan atau LRT yang menghubungkan Velodrome-Kelapa Gading telah mencapai 65,17%. Pengerjaan proyek tersebut sempat terhambat saat adanya moratorium proyek layang beberapa waktu lalu.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Satya Heragandhi mengatakan, walau sempat terhenti namun target penyelesaian proyek tersebut masih sesuai rencana awal. Satya mengatakan, hambatan utama dari pembangunan proyek justru berasal dari cuaca.

"Terhambat utamanya karena hujan deras yang terus melanda," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Satya menjelaskan, pihaknya tak mau mengambil risiko dalam mengerjakan proyek tersebut saat keadaannya yang dinilai berbahaya. Terlebih saat adanya insiden di beberapa proyek layang belakangan ini.

"Sejak kecelakaan, setiap hujan deras saya minta disetop pekerjaan di ketinggian," katanya.



Selain masalah cuaca di Indonesia, Satya juga mengatakan cuaca ekstrem juga terjadi di negara lain. Karenanya, kata Satya, beberapa komponen material yang diperlukan untuk pembangunan jadi terlambat datang.

"Sempat juga adanya material yang dikirim dari Eropa tertunda karena kapal nggak bisa keluar dari pelabuhan gara-gara membeku. Cuaca worldwide memang sedang ekstrem," katanya.

Untuk mengatasi hambatan ini, Satya menjelaskan, pihaknya mengerjakan proyek LRT secara paralel. Dia bilang, kontraktor akan mengerjakan di bagian proyek bawah terlebih dahulu bila cuaca sedang tak bersahabat.

"Kita sedang bekerja pintar untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan integrasi system/komponen di bawah dulu baru kemudian dinaikan ke atas. Tapi memang ini bagian dari tantangan proyek manajemen," tuturnya.

(fdl/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed