KA Bandara Diperpanjang Sampai Bekasi, Ganggu Perjalanan KRL?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 26 Mar 2018 10:53 WIB
Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - PT Railink bakal memperpanjang rute perjalanan Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) hingga ke Bekasi. Rencananya perpanjangan rute hingga Bekasi itu dimulai bulan depan atau April 2018.

Lantas apakah perpanjangan rute kereta bandara ini bakal mengganggu jadwal perjalanan KRL?

Direktur Operasi dan Teknik PT Railink Purwanto Handry Nugroho menegaskan bahwa jadwal operasi kereta bandara hingga ke Bekasi ini hanya dilakukan di luar jam sibuk (peak hour) KRL. Artinya, layanan kereta bandara hingga ke Bekasi akan dibatasi hanya pada pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB.


"Kita tegaskan, sementara ini kami masih tetap di bukan peak hour KRL, jadi (beroperasi) jam 9 sampai jam 3," kata Purwanto kepada detikFinance, Jakarta, Senin (26/3/2018).

Purwanto menjelaskan bahwa perpanjangan rute hingga ke Bekasi ini pada dasarnya untuk meningkatkan kualitas layanan kereta Bandara. Hal itu agar warga Bekasi juga bisa ikut memanfaatkan moda transportasi ini hingga ke Bandara Soetta.

"Itu artinya kita juga ingin melayani, kan masyarakat di sana (Bekasi) juga banyak yang butuh ke bandara. Apalagi nanti kalau pas macet, sekarang juga ada ganjil genap di tol kan. Jadi sebenarnya, semua ini untuk melayani masyarakat, nggak ada yang ingin mengganggu," katanya.


Tak hanya itu, Purwanto juga menjelaskan bahwa dalam perpanjangan rute kereta bandara hingga ke Bekasi ini pihaknya sudah melakukan sejumlah kajian agar tak mengganggu layanan KRL yang sudah beroperasi selama ini.

"Kan kita juga sudah komitmen untuk mulai dari non peak hour. Jadi itu sesedikit mungkin berpengaruh terhadap perjalanan KRL. Kan kita nggak semena-mena, tetap bertahap mulai dari non peak hour, supaya yang eksisting tidak terganggu," jelasnya.

Lebih lanjut Purwanto juga meminta masyarakat untuk bisa bersikap bijak dalam adanya layanan baru kereta bandara ini. Sebab, kata dia, semua orang berhak untuk menggunakan layanan kereta bandara.


"Jadi sekarang masyarakat sudah harus mulai dewasa, bahwa yang membutuhkan (kereta bandara) itu kan banyak juga, artinya ya harus berbagi," tuturnya. (fdl/zul)