Follow detikFinance
Kamis, 12 Apr 2018 18:47 WIB

Pemerintah Bangun 32 Pelabuhan hingga 2019

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Zaenal Effendi/detikcom Foto: Zaenal Effendi/detikcom
Jakarta - Pemerintah meningkatkan konektivitas antar daerah. Salah satunya membangun dan mengembangkan 32 pelabuhan hingga 2019.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sebagai negara kepulauan, konektivitas antar daerah di Indonesia sangat penting penting.

"Indonesia sebagai kepulauan telah membangun lebih dari 3.000 pelabuhan terminal untuk mendukung konektivitas. Kita akan membangun sebanyak 32 pelabuhan yang merupakan komitmen dari Kementerian Perhubungan," katanya di Seminar Nasional: Konsepsi Strategis Pengembangan Potensi Maritim Nasional Dalam Mewujudkan Cita-cita Poros Maritim Dunia Menuju 100 Tahun Kemerdekaan di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (12/4/2018).


Pembangunan dan pengembangan 32 pelabuhan tersebut dalam 2 tahap. Pertama, 25 pelabuhan di 2018.

Kedua, 7 pelabuhan di 2019. Fokus pembangunan pelabuhan pada daerah yang infrastrukturnya dinilai kurang.

Selain itu Budi menjamin proyek pembangunan 32 pelabuhan itu tak akan mangkrak.


"Kami juga mengupayakan pembangunan itu pada lokasi-lokasi atau daerah yang membutuhkan kami mendefinisi jika dulu ada kesalahan yang mangkrak kita inventarisasi untuk kita perbaiki tapi yang baru-baru ini Insya Allah tidak akan ada yang mangkrak lagi," terangnya.

Budi menjelaskan salah satu pembangunan pelabuhan tersebut akan dilakukan di kabupaten Sorong-Papua. Rencanannya, pembangunan tersebut akan selesai pada 2021 dan menelan dana hingga Rp 2,1 triliun.

Kemudian, pihaknya juga akan mengembangkan Pelabuhan Bitung sebagai pelabuhan internasional. Pengembangan tersebut akan dilakukan dari sisi laut dan darat serta dengan dana Rp 365 miliar.


"Di Bitung juga kita akan buat suatu kapasitas yang cukup besar dan Bitung strategis karena mewakili Indonesia bagian utara atau Sulawesi Utara. Dengan posisi strategis itu Bitung direncanakan sebagai pelabuhan internasional," katanya.

Selain itu, akan dibangun pula Makassar New Port yang rencananya berkapasitas 720.000 teus/tahun, serta pengembangan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung.

"Selanjutnya kami menyoroti yang dilakukan di Makassar di mana kita tahu bagian timur sangat diandalkan sehingga dapat mendukung logistik internasional. Kuala Tanjung juga merupakan suatu komitmen membuat hub bagian barat dibuat ekonomi khusus barang Indonesia melalui Selat Malaka," tutupnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed