Follow detikFinance
Selasa, 17 Apr 2018 15:00 WIB

Jembatan Babat yang Ambrol Terakhir Dirawat Tahun 2017

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Eko Sudjarwo Foto: Eko Sudjarwo
Jakarta - Jembatan Widang penghubung dua Kabupaten, Lamongan-Tuban yang ambrok pada pagi tadi terakhir kali dilakukan perawatan pada tahun 2017. Demikian disampaikan Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Iwan Zarkasi saat dihubungi detikFinance, Selasa (17/4/2018).

"Terakhir perawatan tahun lalu sekalian ada dicat dan sebagainya," katanya.

Menurut Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR, jembatan Widang yang ambrol merupakan jembatan lama yang berada di sisi barat, menghubungkan Babat ke arah Tuban. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Iwan Zarkasi.



Jembatan ini merupakan proyek nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR. Jembatan ini mulai dibangun pemerintah tahun 1975, namun sebelumnya sudah menjadi jembatan darurat sejak zaman penjajahan Belanda.

Iwan mengatakan, jembatan tersebut ambrol kemungkinan lantaran beban yang melewati jembatan telah melebihi dari kapasitas seharusnya.

Menurutnya, kejadian ambrolnya jembatan di Lamongan ini sama seperti kejadian ambruknya jembatan Cipunagara di Desa Mulyasari, Pamanukan, Subang, Jawa Barat, 2004 silam.

"Itu kalau melihat beban yang ada dan sebagainya kemungkinan besar memang overload, sama seperti kejadian di Cipunagara dulu juga overload. Ambruk. Tapi ini perlu analisa lagi," katanya.

(eds/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed