Follow detikFinance
Selasa, 17 Apr 2018 17:25 WIB

PUPR Belum Tahu Penyebab Proyek Jembatan di Maros Mangkrak

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: bakrie Foto: bakrie
Jakarta - Anak-anak di Dusun Damma, Desa Bonto Matinggi, Maros, Sulawesi Selatan harus bertaruh nyawa dengan menyeberangi sungai yang deras lantaran jembatan yang sedang dalam tahap pembangunan yang melintas di atas sungai itu tak kunjung rampung.

Padahal, pembangunan jembatan tersebut telah dimulai sejak tahun 2015, namun sampai saat ini masih juga belum rampung meski sudah dua kali dianggarkannya lewat APBD setempat.

Saat dikonfirmasi ke pemerintah pusat, Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Iwan Zarkasi mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab tak kunjung rampung alias mangkraknya proyek tersebut. Dia bilang pembangunan jembatan itu adalah tupoksi pemerintah daerah sehingga tak tahu persis sebab proyek itu tak kunjung selesai.

"Itu saya nggak tahu. Itu sebenarnya sudah ditangani juga, ada jembatan. Cuma belum selesai. (Alasannya belum selesai) Itu tanya daerah. Itu proyek APBD," katanya kepada detikFinance saat dihubungi, Selasa (17/4/2018).


Namun demikian, dia mengaku saat ini pembicaraan tengah dilakukan dengan pemerintah daerah terkait kelanjutan pelaksanaan pembangunan jembatan yang tak kunjung rampung itu. Jika nanti pemerintah daerah memang menemukan kesulitan dalam pelaksanaannya dan perlu ada ikut campur pemerintah pusat, maka akan dilakukan perubahan pelaksana pembangunan.

"Nanti kalau pemda nggak bisa, nanti kita bantu," ujarnya.

Seperti diketahui, pembangunan jembatan yang menyeberangi sungai di dusun Damma, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu di Sulawesi Selatan tak kunjung rampung meski sudah dua kali dianggarkan oleh daerah setempat.

Padahal jembatan tersebut merupakan satu-satunya infrastruktur yang diharapkan para warga di sana untuk membantu menyeberangi sungai, terutama untuk anak-anak sekolah dasar yang ingin pergi ke sekolahnya.

Pembangunan jembatan gantung itu sendiri sudah mulai dibangun sejak tahun 2015 dengan anggaran Rp 197 juta dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan untuk pembangunan tiang dan pembelian tali seling. Tahun 2016, kembali dianggarkan Rp 135 juta untuk alas pondasi dari dana desa.

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed