Follow detikFinance
Selasa, 17 Apr 2018 19:50 WIB

Antisipasi Ambruk, PUPR Minta Jembatan Timbang Dikelola Swasta

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Eko Sudjarwo Foto: Eko Sudjarwo
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan berbenah diri agar kejadian ambruknya jembatan Cincin Lama tidak terulang lagi. Salah satunya dengan mendorong profesionalitas jembatan timbang.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pihaknya secara tegas melarang penggunaan jembatan yang melebihi kapasitas beban. Oleh karena itu penegakan aturan batas beban kendaraan yang melalui akan diperketat.

"Ini satu pelajaran yang mahal dan pil yang sangat pahit. Kebetulan bapak Menteri Perhubungan dan Menteri PUPR sudah diskusi intens untuk memprofesionalkan jembatan timbang yang ada. Karena kelebihan beban ini kerugiannya banyak, pertama kerusakan jalan, sedangkan kalau di jembatan sangat fatal seperti ini," tuturnya di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Untuk itu pemerintah akan menggandeng badan survei atau pemeriksaan, pengawasan dan pengkajian baik dari swasta maupun BUMN untuk masuk dalam jembatan timbang. Hal itu diharapkan agar pengelolaan jembatan timbang semakin profesional.

"Supaya enggak ada yang lolos atau pungli di sana. ini akan dikerjasamakan dengan profesional. Karena kejadian seperti ini kan harus mengeluarkan biaya ekstra perbaikannya terlebih lagi ada korban meninggal," tambahnya.



Meski begitu, Arie mengatakan bahwa jembatan timbang merupakan wewenang dari Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Namun dia juga mengusulkan agar kendaraan besar yang membawa beban melebihi batas tidak didenda tapi diturunkan barang bawaannya sampai batas ketentuan.

"Kami nggak setuju, jangan didenda. Karena dengan kartu denda masih bisa jalan ke mana-mana yang beban berlebih. Usulan kami ya turunkan, kalau ada yang tanya nanti yang jaga siapa takut hilang ya itu urusan dia sendiri," tegasnya.

Arie menambahkan Kementerian PUPR sebenarnya sudah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk perawatan baik untum jembatan maupun jalan. Dari anggaran Ditjen Bina Marga tahun ini sebesar Rp 41 triliun sekitar 57%-nya untuk pemeliharaan jembatan dan jalan.

"Kalau pemeriksaan dan perawatan kami melakukan secara rutin," tegasnya.



(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed