Follow detikFinance
Jumat, 20 Apr 2018 20:50 WIB

Skema Kerja Sama Bandara Kertajati Jadi Contoh Proyek Bandara Lain

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Presiden Jokowi tinjau bandara Kertajati/Foto: Agus Suparto - Istana Kepresidenan Presiden Jokowi tinjau bandara Kertajati/Foto: Agus Suparto - Istana Kepresidenan
Jakarta - Bandara Kertajati yang telah siap beroperasi menjadi contoh proyek infrastruktur yang menggunakan sinergisme antara pemerintah pusat, pemda, BUMN hingga Swasta. Dijelaskan Dirjen Perhubungan udara Agus Susanto, masih ada lagi proyek bandara yang menggunakan skema yang sama dengan Bandara Kertajati.

"Ada beberapa proyek pengembangan infrastruktur perhubungan udara yang akan dikembangkan dengan skema di atas. Salah satu contoh di antaranya adalah pembangunan terminal Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya," kata Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (20/4/2018).

Dijelaskannya, Ditjen Perhubungan Udara dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyiapkan lahan dan membangunnya. Nantinya hak pengelolaan operasional dan pengembangannya akan diberikan kepada PT. Angkasa Pura 2.


Sementara untuk Bandara Kertajati Agus menceritakan ucapan Jokowi yang mengatkan bahwa kehadiran infrastruktur tersebut di Jawa Barat bisa memberikan aksebilitas industri kawasan di sekitarnya. Ia mencontohkan daerah-daerah yang kini menjadi kawasan industri seperti Bekasi, Cikarang, dan lainnya.

"Bandara Kertajati juga dapat memfasilitasi aksesibilitas industri yang sedang tumbuh pesat di wilayah Jawa Barat terutama di Bekasi, Cikarang, Karawang sampai Cikampek bahkan Patimban yang tengah menjadi pusat perhatian nasional maupun internasional. Demikian ujar Presiden Joko Widodo waktu itu," lanjut Agus.

Sinergisme antara pemerintah pusat hingga pihak swasta tak lepas dari pembangunan infrastruktur sebagai Opportunity Value dan masuk dalam 15 bandara prioritas baru. Hal itu membuat penawaran berbagai skema pendanaan termasuk swasta, BUMN, PERUM seperti melalui PINA (Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah) mulai diyakini investor.


Sebelumnya pembangunan Bandara Kertajati dikatakan sempat terkatung-terkatung. Hal itu dijelaskan Agus, karena adanya silang pendapat antara perencana kota, Pemprov Jabar, dan Pemerintah Pusat. Alasannya soal prospek jumlah penumpang yang natinya akan mendatangi bandara tersebut.

"Pasalnya dengan jarak sejauh 200-an km dari Jakarta, kemungkinan warga yang selama ini beraktifitas pergi dan datang melalui Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Banten tidak akan sukarela sebagian pindah ke arah timur yaitu ke Kertajati Jawa Barat," papar Agus.


Sebelumnya diketahui Presiden Jokowi sempat mengunjungi Bandara Kertajati pada Selasa (17/4/2018). Di kesempatan tersebut Jokowi mengatakan bahwa bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, tersebut merupakan contoh kerja sama yang apik antara pemeritnah pusat hingga swasta.

"Bandara Kertajati ini adalah contoh sangat bagus kerjasama antara Pemerintah Pusat dalam hal ini Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Pemprov Jawa Barat dan swasta (PT. Angkasa Pura 2). Skema kerjasama ini ternyata bisa mempercepat selesainya pembangunan serta meringankan beban biaya dari masing-masing pihak," kata Jokowi. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed