Follow detikFinance
Jumat, 27 Apr 2018 11:15 WIB

Cara Kementerian PUPR Bikin Kinclong Rawa Pening di Semarang

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Rangkaian acara dialog nasional dalam rangka Hari Dunia XXVI tahun 2018 (Dok PUPR) Foto: Rangkaian acara dialog nasional dalam rangka Hari Dunia XXVI tahun 2018 (Dok PUPR)
Jakarta - Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementeria PUPR Imam Santoso mengungkapkan, pembersihan eceng gondok di Danau Rawa Pening di Semarang, Jawa Tengah, telah mencapai 40%. Pembersihan menggunakan beberapa alat seperti berky, truxor, dredger, dan tenaga manual.

"Saat ini dioperasikan 6 alat berat dengan kemampuan memanen 1 Ha/hari. Tahun ini akan ditambah 2 alat lagi sehingga bisa 1,5 Ha/hari. Progresnya sudah 40% dan ditargetkan tahun 2019 sudah dapat dibersihkan. Kita harapkan kondisi Danau Rawa Pening menjadi rawa bening," kata Imam dalam keterangan tertulis, Jumat (27/4/2018).

Hal itu diungkapkannya saat Kementerian PUPR menggelar Dialog Nasional dalam rangka Hari Dunia XXVI tahun 2018, Rabu (25/4/2018). Puncaknya dilakukan pembersihan di Danau Rawa Pening, Semarang.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR Sudjadi yang hadir sebagai salah satu narasumber dialog nasional, berharap penataan Danau Rawa Pening hendaknya memperhatikan tiga hal yaitu, restorasi, preservasi, dan konservasi. Dia ingin Rawa Pening menjadi Rawa Bening.

"Intinya, Rawa Pening harus menjadi Rawa Bening. Rawa Pening menjadi Rawa Penting, dan Rawa Pening jadi darling," ujarnya.


Sementara itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono prihatin dengan kesadaran masyarakat yang masih kurang peduli lingkungan sekitarnya. Ia mengatakan salah satunya banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk melestarikan Sungai Citarum di Kabupaten Bandung.

"Semua membutuhkan tapi belum tentu semua orang merasa wajib untuk memeliharanya. Sekarang dengan adanya program Citarum Harum, perbaikan kondisi Sungai Citarum secara bertahap dan sistematis dilaksanakan, jelasnya.



Dijelaskan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo mengatakan, sampah turut menjadi masalah di Sungai Citarum, baik yang berasal dari industri atau rumah tangga. Untuk menguranginya, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun anggaran 2015 - 2017 (multiyears) telah membangun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung. Luas lahan secara keseluruhan 74,6 hektare berkapasitas 1.500 ton/hari sampah dengan anggaran Rp 88 miliar. (nwy/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed