Follow detikFinance
Selasa, 01 Mei 2018 17:11 WIB

Jembatan 323 Meter Dibangun Hubungkan 2 Pulau di Maluku

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian PUPR Foto: Dok. Kementerian PUPR
Maluku - Membangun Indonesia dari pinggiran menjadi salah satu Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun jalan dan jembatan di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terdepan Indonesia, salah satunya Jembatan Wear Arafura yang menghubungkan Pulau Yamdema dan Pulau Larat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku.

Di Pulau Yamdena terdapat Kota Saumlaki yang menjadi Ibu Kota Kabupaten MTB. Meski menjadi bagian Provinsi Maluku, namun letak kedua pulau tersebut berada di Tenggara Kota Ambon sebagai bagian dari pulau-pulau terdepan berbatasan dengan Australia dengan dipisahkan oleh Laut Arafura.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan semakin lancarnya konektivitas di kawasan perbatasan dan pulau terdepan Indonesia bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Sementara itu Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI Ambon Satrio Sugeng Prayitno mengatakan Jembatan Wear Arafura memiliki panjang 323 meter.

"Progresnya saat ini sudah mencapai 75 persen. Bila melihat progresnya, penyelesaiannya bisa lebih cepat dari kontrak yakni Bulan September 2018," kata Satrio di lokasi pembangunan jembatan, dalam keterangan tertulis Kementerian PUPR, Selasa (1/5/2018).

Jembatan Wear Arafura di MalukuJembatan Wear Arafura di Maluku Foto: Dok. Kementerian PUPR




Pembangunan Jembatan Wear Arafura dimulai bulan Desember 2016 dengan anggaran Rp 123 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT. Nindya Karya.

Pulau Yamdena dan Pulau Larat merupakan bagian dari pemantauan kondisi jalan dan jembatan di 9 pulau di Provinsi Maluku yang dimulai sejak 26 April 2018. Pulau lainnya yang dikunjungi Tim BPJN XVI yakni Pulau Babar, Marsela, Selaru, Moa, wetar, Leti, dan Kisar.

Pulau Larat ukurannya lebih kecil dari Pulau Yamdema, namun mensuplai kebutuhan produk pertanian dan perikanan ke Pulau Yamdema karena kondisi tanahnya kurang subur. Pulau Yamdema memiliki objek wisata alam di Desa Bomaki yakni pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk.

Kementerian PUPR melalui BPJN XVI Ambon, Ditjen Bina Marga menganggarkan kegiatan preservasi rekonstruksi jalan dan jembatan di Pulau Yamdema sepanjang 156 km sebesar Rp 18,93 miliar. Jalan tersebut menghubungkan Pelabuhan Saumlaki menuju Jembatan Wear Arafura.

Dari anggaran tersebut dilakukan peningkatan kualitas jalan dengan melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi jalan yang rusak sepanjang 3,6 km. Untuk anggaran preservasi rehabilitasi jalan nasional di Pulau Larat sepanjang 48 km dialokasikan sebesar Rp 16,73 miliar dimana 4 km dilakukan dilakukan pekerjaan rehabilitasi kondisi jalan.

Jembatan Wear Arafura di MalukuJembatan Wear Arafura di Maluku Foto: Dok. Kementerian PUPR


(hns/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed