Jasa Marga Buka Tol Fungsional Buat Jalur Mudik, Ini Daftarnya

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Senin, 07 Mei 2018 10:15 WIB
Foto: Robby Bernardi
Jakarta - PT Jasa Marga telah mempersiapkan beberapa jalur mudik dan jalur fungsional yang bisa digunakan sebagai jalur alternatif. Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Agus Setiawan menjelaskan beberapa jalur tol yang saat ini belum rampung 100% sudah bisa digunakan sebagai jalur fungsional untuk membantu memecah kepadatan kendaraan di jalur tol saat mudik Lebaran.

"Jadi kalau persiapan kan sudah dari jauh-jauh hari. Tapi nanti juga akan dioptimalkan untuk kapasitas gerbang, kemudian kedua pelayanan lalu lintas kita akan tambahkan, kita akan mengoperasikan sarana-sarana patroli ambulans derek itu akan dikelola dengan baik kita akan tambah sarana yang biasa kita berikan untuk kondisi standar misalnya untuk layanan jalan tol," kata dia kepada detikFinance, seperti ditulis Senin (7/5/2018).

Beberapa jalur tol yang sudah dipersiapkan yaitu, Jalur Batang Semarang 75 km. Kemudian Salatiga Kertosuro 32 km, Wilangan- Nganjuk sekitar 15 km, dan Pandaan- Malang- Purwoadi sekitar 15 km.

"Batang Semarang akan difungsikan sebagian, kemudian ada juga ruas Salatiga Kertasura itu progresnya saat ini 63%. Kalau Ngawi- Kertosono kan itu operasi sampai simpang susunnya, dari simpang susun sampai Nganjuk saat ini karena masih terus dibangun dan progresnya sudah 63% ini bisa digunakan 15 km, satu lagi ada di Pandaan-Malang itu mudah mudahan bisa mengurangi kepadatan, jadi yang akan difungsionalkan sepanjang 15 km," jelas dia.

Kemudian ia menjelaskan, jalur dari Pandaan Sampai Purwodadi akan digunakan sebagai aktivitas angkut barang.



"Pandaan Malang yaitu seksi satu Purwodadi sekitar 15 kilometer akan difungsionalkan dan akan digunakan untuk aktivitas lalu lintas barang. Kita lakukan peningkatan fasilitas dengan meningkatkan sarana di rest area, kita berusaha perluas karena ternyata kendaraan yang masuk ke rest area cukup besar sehingga hal itu bisa menghambat laju di jalur tol," papar dia.

Nantinya ketika arus mudik, jalur fungsional hanya bisa dipakai satu arah, yakni dari arah timur ke barat saat arus mudik dan arah barat ke timur saat arus balik.

"Jadi saat arus mudik diarahkan hanya untuk barat ke timur, arus baliknya fungsinya dari timur ke barat," kata dia.

Selain itu pihaknya juga memprediksi puncak arus mudik Lebaran terutama di jalur Jakarta-Cikampek akan terjadi pada H- 6. tepatnya pada tanggal 9 Juni 2018 puncak arus mudik akan terjadi di beberapa ruas jalan, terutama di Jalur Jakarta-Cikampek.

Diprediksi jumlah kendaran yang akan masuk ke jalur Jakarta-Cikampek yaitu sekitar 112.000 kendaraan per hari dari jumlah kendaraan yang masuk di hari normal yaitu sekitar 70.000-75. 000 kendaraan.

Selain itu pihaknya juga sudah memprediksi volume arus balik yang akan terjadi di H+4 yaitu tanggal 20 Juni dengan total kendaraan yang akan mencapai 110.000 per hari.

(eds/eds)