Sama seperti di Indonesia, biaya pengadaan dan pembangunan LRT cukup mahal, penasaran dengan biaya pembangunan LRT di Malaysia?
Sepertfi dikutip dari railwaytechnology.com, (LRT3) adalah jalur rel ringan ketiga yang direncanakan untuk dikembangkan di Malaysia. Jalur ini, yang mencakup jembatan sepanjang 35 km dan terowongan bawah tanah 2 km, akan menghubungkan Bandar Utama dengan Johan Setia di Klang.
Baca juga: Mengintip Penampakan LRT-nya Spanyol |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek ini diharapkan dapat memfasilitasi sekitar 74.000 penumpang dan 500.000 penduduk. Dengan meningkatkan konektivitas di beberapa titik dan mengurangi kemacetan lalu lintas.
Pengembangan proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja untuk sekitar 2.000 personel selama tahap konstruksi.
LRT3 akan memiliki 26 stasiun, lima di antaranya akan menjadi stasiun terpadu untuk menyediakan sambungan transportasi yang ditingkatkan untuk komuter dan pertukaran yang mudah dengan sistem reL.
Stasiun-stasiun ini akan diintegrasikan dengan MRT Bandar Utama, Kelana Jaya Line, Jalur Federal BRT, dan Jalur KTM Komuter Port Klang. Sepuluh dari stasiun di jalur itu akan dilengkapi dengan area parkir yang menampung sekitar 6.000 mobil.
Semua stasiun akan dilengkapi dengan solusi berkelanjutan, termasuk teknologi pemanenan air hujan, pengurangan kebisingan dan sistem manajemen energi, dan ventilasi alami. (dna/dna)











































