Follow detikFinance
Senin, 25 Jun 2018 19:51 WIB

Luhut soal Tudingan Proyek LRT Di-Mark Up: Kasihan Pak Prabowo

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara soal tudingan mark up pada proyek light rail transit (LRT) oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo mendapat informasi yang kurang tepat.

"LRT itu kalau US$ 7 juta, kasihan Pak Prabowonya dapat informasi yang nggak pas, kan sudah ada datanya," kata dia di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Senin (25/6/2018).

Dia mengatakan, rata-rata proyek LRT per kilometer (km) Rp 400 miliar. Sementara, di negara lain mencapai Rp 600 miliar hingga Rp 1 triliun.

"Kalau kita itu rata-rata Rp 400-an miliar per km, di tempat lain ada Rp 600 miliar, ada yang sampai Rp 1 triliun tergantung kalau elevated pasti lebih mahal, tinggi elevasinya berapa, murah mahal tergantung ini (tipe konstruksi) nya," jelasnya.



Dia pun prihatin dengan informasi yang disampaikan Prabowo. Menurutnya, informasi yang diterima Prabowo keliru.

"Jadi jangan gampang membuat kesimpulannya, saya itu sangat paham sekarang, kalau ada kasih-kasih informasi keliru kasihan Pak Prabowonya, pemimpinnya kok dikasih informasi yang salah," jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Prabowo menuding biaya pembangunan LRT Palembang sudah di-mark up. Menurut data yang diperolehnya, biaya pembangunan untuk LRT di dunia hanya berkisar US$ 8 juta/km. Sedangkan di Palembang, yang memiliki panjang lintasan 24,5 km, biayanya hampir Rp 12,5 triliun atau dengan kata lain biayanya US$ 40 juta/km.





Tonton juga 'Ini Pidato Prabowo yang Tuding Ada Mark Up di Proyek LRT':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed