Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Jun 2018 13:13 WIB

Kenapa LRT Dibangun Tidak Nempel Tanah? Ini Jawabannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: dok. detikcom Foto: dok. detikcom
Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman memberikan penjelasan terkait alasan pembangunan light rail transit (LRT) dibangun melayang. Sehingga pada proyek tersebut dibangun tiang-tiang.

Tiang-tiang ini yang dicurigai oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dibuat tinggi-tinggi dan bikin boros biaya proyek. Fahri heran kenapa LRT tidak dibangun menempel di tanah atau bahkan di dalam tanah sekalian.

Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin menerangkan, jika dibangun sejajar dengan tanah maka akan bersinggungan dengan banyak perlintasan. Risikonya, lalu lintas jalan terhambat atau operasional LRT yang terhambat.

Padahal, tujuan pembangunan LRT untuk menyediakan alat transportasi serta mengurangi kepadatan lalu lintas.

"Terlalu banyak perlintasan, nanti jadi nggak efisien juga. Tujuannya mengurangi kepadatan lalu lintas kalau banyak perlintasan sebidang nanti salah satu LRT terhambat atau lalu lintas jalannya terhambat," jelasnya di Gedung BPPT Jakarta, Selasa (26/6/2018).


Ridwan bilang, dengan dibuat melayang maka akan mengurangi kemacetan di jalan.

"Iya dong (kurangi macet), kalau banyak perlintasan kan ditutup jalannya," ujarnya.

Dia menambahkan, soal tinggi rendahnya tiang tergantung dari kondisi kemiringan lahan. Menurutnya, hal itu bersifat teknis.

"Kalau itu sangat teknis, paling pas menjawab Adhi Karya karena desain mereka yang bikin, tapi yang pasti terkait operasional karena kelerengan harus tertentu, dia kan banyak perlintasan-perlintas sehingga harus diangkat," ujar Ridwan.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed