"Saya lihat banjir di Danau Tempe ini. Di pintu Danau Tempe itu dulu dibangun untuk menjaga volume air pada saat musim kemarau. Jadi pada saat musim hujan ditutup, supaya airnya tidak membludak," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Sengkang, Wajo, Selasa (3/7/2018).
Basuki menceritakan, dahulunya seluruh lapas di Indonesia timur kebutuhan lauk pauk khususnya ikan gabus berasal dari Danau Tempe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karenanya dengan pembangunan bendungan Passeloreng ini, Basuki berharap dapar meningkatkan produksi ikan gabus.
"Gimana caranya? Menambah ruang air. Makanya kita ada pengerukan, termasuk membuat pintu supaya air ada untuk ikan-ikan," ucapnya.
"Namun, menurut data ruang, hujan ini belum bisa dikendalikan. Karena kalau kita tutup ini musim hujan, banjirnya di mana-mana karena belum punya tanggul," sambungnya.
Solusinya, lanjut Basuki adalah dengan membuat tanggul sepanjang 92 km di sekeliling Danau Tempe.
"Kalau saja 60 persennya dibikin tanggul, kan sekitar 60 km. Sehingga danau ini harus bisa kita kelola sebagai bendungan. Ini bendungan alam, yang harus bisa dikelola baik di musim hujan maupun musim kemarau," kata Basuki.
Danau Tempe Dikelilingi Tanggul Foto: Muhammad Taufiqqurrahman |












































Danau Tempe Dikelilingi Tanggul Foto: Muhammad Taufiqqurrahman