Follow detikFinance
Rabu, 08 Agu 2018 23:11 WIB

Luhut: September, Kapal Besar Sudah Bisa Sandar di Bali

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan/Foto: (Nandhang/detikTravel)) Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan/Foto: (Nandhang/detikTravel))
Tanjung Benoa - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pengerjaan pendalaman dermaga timur Teluk Benoa akan rampung pada September.

"Pak Wayan Eka Saputra (CEO Pelindo III) mengatakan sudah 12 meter, termasuk tadi tempat mutarnya itu, jadi sudah enggak ada masalah. Pendalaman alur dan alur kapal besar akan selesai nanti bulan September. Jadi kapal besar, cruise bisa bersandar di sini," katanya kepada media saat berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali, dalam keterangan tertulis Rabu (8/8/2018).


Ia menjelaskan proses pembangunan pelabuhan terus berjalan seperti pemindahan gas terminal yang akan rampung Maret tahun depan. Gedung pelabuhan juga akan selesai pembangunannya itu di bulan yang sama. Menurut Luhut pihaknya akan merapikan kapal-kapal di sekitar Tanjung Benoa.

"Kami juga akan membersihkan tempat kapal terbakar kemarin itu, kan ada 200an termasuk juga kapal-kapal ikan yang ditangkap. Karena kalau masih begini kita tidak bisa melakukan apa-apa, akan dirapikan semua," jelasnya.


Luhut mengatakan ia akan berkoordinasi dengan kementerian KKP untuk mengatasi masalah ini.

"Kita harap sebelum IMF bisa selesai. Hanya masalah pemindahan saja, masih ada dua bulan. Nanti saya beritahu sama Bu Susi. Jadi kapal-kapal itu dipotong aja di-scrap, supaya tidak terlihat jorok. Sudah terlalu lama, dua, tiga tahun," jelasnya.


Luhut mengatakan ia optimis masalah tersebut bisa diatasi sebelum pertemuan IMF-Bank Dunia pada bulan Oktober.

"Optimis. Saya enggak lihat ada masalah serius. Tadi Garuda Wisnu Kencana udah selesai dengan perapian, nanti tanggal 22 September diresmikan. Kalau pelabuhan Benoa kan hanya pendalaman alur," jawabnya.

Situasi Lombok

Tentang situasi terakhir di Lombok pasca gempa Menko Luhut mengatakan sedang diadakan evaluasi dan penilaian mengenai seberapa jauh kerusakan yang diakibatkan gempa tersebut.

"Saya kira dalam satu-dua minggu ini kita akan tau berapa kerusakannya, siapa yang akan memperbaiki. Presiden sudah memerintahkan agar bersiap-siap untuk merapikan," jelasnya.

Ia mengatakan tidak ada yang berubah dari rencana pertemuan IMF-Bank Dunia nanti.


"Kami tidak menerima komplain dari mereka dan semua tetap berjalan sesuai rencana," ujarnya.

Ditanya mengenai evakuasi yang dilakukan di Gili ia mengatakan Basarnas beserta TNI dan Polri telah melakukan peran dan tugasnya dengan baik sesuai rencana. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed