Follow detikFinance
Sabtu, 11 Agu 2018 12:16 WIB

MRT Jakarta Mulai Mondar-mandir di Lintasan, Begini Hasilnya

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. MRT Jakarta Foto: Dok. MRT Jakarta
Jakarta - PT MRT Jakarta telah memulai System Acceptance Test (SAT) dengan menggunakan rangkaian kereta pertama MRT Jakarta yang ada di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Uji coba pertama ini untuk melihat sistem persinyalan kereta, telekomunikasi, dan Overhead Catenary System (OCS) dengan menjalankan kereta mulai dari Depot Inspection Shed area, stabling track 1, hingga ke Depot Access Line (DAL).

Selain itu, uji coba ini juga untuk melihat pasokan listrik bekerja dengan baik. Uji coba saat ini, menggunakan mode Automatic Train Protection (ATP) dengan kendali manual oleh masinis untuk track di area Depo.

Seperti dikutip detikFinance dari keterangan resmi, Sabtu (10/8/2018), SAT telah dimulai sejak Kamis (9/8) kemarin. Area pengetesan akan terus dilanjutkan dari Depo Lebak Bulus menuju Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Fatmawati, hingga Stasiun Cipete Raya.


Pengetesan dimulai dengan menjalankan kereta di jalur up-track (rel menuju Stasiun Bundaran Hotel Indonesia) lalu kereta berpindah ke jalur down-track (rel dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia ke Stasiun Lebak Bulus). SAT berlangsung sukses sesuai dengan harapan.

Hal lanjutan yang akan dilakukan sebagai bagian dari SAT di antaranya uji coba kereta dengan kecepatan rendah, uji coba kereta dengan kecepatan medium dan uji coba kereta dengan kecepatan tinggi.

Sebagai informasi, dalam pengoperasiannya, kereta MRT Jakarta menggunakan sistem persinyalan Communication-based Train Control (CBTC) yang dikendalikan dari ruangan Operation Control Center (OCC) oleh Traffic Dispatcher. Kelebihan sistem persinyalan ini salah satunya memungkinkan pengaturan rentang waktu antarkereta di jalur utama diatur oleh Pusat Kendali Operasi (OCC).

Hadirnya MRT Jakarta menjadi terobosan baru bagi transportasi publik di ibu kota. Tak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan, seiring dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.


(eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed