Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 13 Agu 2018 17:26 WIB

Ini Tujuan Kemenhub Hidupkan Lagi Jembatan Timbang

Arbi Anugrah - detikFinance
Foto: Jembatan timbang akan dijadikan rest area (Noval-detikcom) Foto: Jembatan timbang akan dijadikan rest area (Noval-detikcom)
Jakarta - Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi mengatakan jika pihaknya saat ini tengah menghidupkan kembali jembatan timbang yang ada di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2018, pihaknya menargetkan sekitar 92 jembatan timbang seluruh Indonesia.

"Tahun ini yang sudah saya hidupkan sampai bulan Agustus sudah ada 11 jembatan timbang seluruh Indonesia. Kemudian bulan Sepetember nanti ada 43 jembatan timbang dan akhir tahun 2018 ada 92 jembatan timbang," kata Budi Setiyadi kepada wartawan usai meluncurkan BRT Trans Jateng Koridor I Purwokerto-Purbalingga di Terminal Bulupitu Purwokerto, Senin (13/8/2018).

Menurut dia, saat ini pihaknya memang sedang lebih konsentrasi lagi pada kendaraan yang over dimensi dan overloading alias truk obesitas, karena selama ini pengawasan untuk truk obesitas belum efektif.



Makanya saat ini pihaknya berupaya agar jembatan timbang efektif lagi. Salah satunya jembatan timbang yang ada di Ajibarang, Banyumas, hal tersebut disebabkan banyaknya keluhan masyarakat di wilayah Bumiayu, Brebes usai adanya kecelakaan dimana truk mengalami rem blong menyebabkan banyak korban jiwa.

"Ada keluhan dari masyarakat di Bumiayu karena kendaraan dari Cilacap, Purbalingga dan Banyumas yang melalui Bumiayu banyak yang over dimensi dan overloading, jadi kemarin mereka mengancam mau menutup jalan. Sudah 2 minggu yang lalu ini jembatan timbang di Ajibarang saya hidupkan," ucapnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, pihakny juga telah melakukan komunikasi dengan asosiasi seperti Kadin, Organda, Aprindo dan pusat-pusat industri yang ada di Jakarta.

Sebagai awal, pihaknya membuat prototipe jembatan timbang yang ideal di Balonggandu, Kerawang. Karena selama ini jembatan timbang lebih pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk retribusi, sedangkan saat ini lebih pada pengawasan.

"Jadi memang yang ada ini sisa-sisa (jembatan timbang) dari penyerahan pemerintah Provinsi, kadang tempatnya kecil, kadang tempatnya dipaksakan. Kalau dulu kan yang penting untuk PAD, untuk retribusi. Kalau sekarang kan untuk pengawasan, ada pelanggaran ya saya tilang. Makanya sekarang kalau kecil tidak memenuhi syarat saya pindahkan atau saya tutup (jembatan timbang)," ucapnya.



Dia menjelaskan, jembatan timbang yang tengah dihidupkan kembali tersebut nantinya terdapat tempat parkir, "Semua jembatan timbang bangunan saya robah, filosofinya saya rubah, kalau dulu kan gelap tertutup, kalau sekarang saya buat menjadi terang, kemudian terbuka," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan truk yang akan membawa barang yang kelebihan berat 100 persen. "Karena hasil evaluasi kita untuk 100 truk yang masuk jembatan timbang itu yang lebih dari 100 persen itu ada 2,5 persen. Jadi dia memang sangat berat sekali dia tidak mengutamakan kepada bagaimana keselamatan, kerusakan tapi lebih utama pada keuntungan dia, itu yang 100 persen katakan mobil 10 ton dinaikkan sampai 20 ton, itu yang saya turunkan sementara," ucapnya.


Saksikan juga video ' Negara Rugi Rp 43 Triliun, Kemenhub Siap Tindak Truk 'Obesitas' ':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed