Follow detikFinance
Selasa, 14 Agu 2018 17:05 WIB

Bandara Kertajati akan Layani Jemaah Umrah Mulai Oktober

Sudirman Wamad - detikFinance
Foto: Dok. BIJB Foto: Dok. BIJB
Cirebon - Bandara Internasional Jawa Bararat (BIJB) yang berada di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka terus berbenah agar bisa digunakan penerbangan internasional.

Dirut PT BIJB Virda Dimas Ekaputra menjelaskan saat ini penambahan landasan pacu di BIJB yang mencapai 3.000 meter tengah dikerkajakan. Sebelumnya, landasan pacu di BIJB hanya 2.500 meter.

Virda menyebutkan tahun ini BIJB bakal digunakan untuk umrah. Pihak BIJB tengah berkoordinasi dengan Lion Air untuk kerja sama, setelah sebelumnya Citilink menjadi maskapai pertama di BIJB.


"Untuk umrah sudah bisa dilakukan pada Oktober nanti, landasan pacu kan sudah siap. Tanggal 13 Oktober nanti penerbangan pertama umroh dilakukan Lion Air," kata Virda usai sosialisasi pengembangan BIJB di Kantor Perwakilan BI Cirebon bersama PT BIJB, Selasa (14/8/2018).

Virda mengatakan saat ini pihak Lion Air tengah gencar memasarkan soal umroh tersebut. "Hari ini ada jadwal bersama Lion Air, soal pemasaran itu (umrah)," kata Virda.


Tahun ini, BIJB batal melakukan penerbangan haji lantaran tidak adanya infrastruktur pendukung, seperti landangan pacu dan asrama haji. Kendati demikian, Virda optimistis penerbangan haji tahun depan bisa dilakukan BIJB.

"Asrama haji mudah-mudahan sudah ada tahun depan. November sekarang mulai pembangunan asrama haji. Tahun depan ditargetkan beres, Agustus bisa digunakan untuk haji," katanya.

Aero city

Virda menambahkan BIJB tengah menyiapkan megaproyek yakni pembangunan aerocity di lingkungan BIJB. Dalam aerocity itu bakal dibangun berbagai fasilitas pendukung.

Lahan seluas 300 hektare telah disiapkan untuk membangun fasilitas tersebut. Dari 300 hektare itu, lanjut Virda, 160 hektare sudah dibebaskan.

"Nanti dalam aerocity itu ada apartemen, rumah sakit, hotel, asrama haji, dan lainnya," kata Virda usai menghadiri acara sosialisasi pengembangan BIJB di KPw BI Cirebon, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/8/2018).

Virda mengaku master plan pembangunan aerocity tersebut sudah disiapkan. Megaproyek aerocity, lanjut Virda, direncanakan hingga 30 tahun mendatang.


"Pembangunannya bertahap. Pembangunannya sampai 100 tahun Indonesia merdeka, ya 30 tahun mendatang. Kita bakal kerjasama dengan PT PP," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala KPw BI Cirebon Abdul Majid Ikram mengatakan BIJB tengah mengembangkan aerocity, sehingga BIJB tak hanya menjadi bandara. Akan tetapi, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Cirebon.

"Ini yang harus kita komunikasi dengan semua elemen, antar pemda, dan semua masyarakat. Nanti di BIJB itu ada rumah sakit, hotel, apartemen, dan lainnya," kata Majid.

Majid meyakini adanya aerocity tersebut bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Cirebon. Terlebih lagi, lanjut Majid, beroperasinya BIJB yang hanya melayani satu maskpai telah memberikan pertumbuhan ekonomi.

"Ada pertumbuhan, nambah 0,12 persen pertumbuhan ekonominya. Cukup baik. Ini baru bandaranya, belum ada yang lain atau aerocity," kata Majid.


Saksikan juga video ' Animo Penumpang Tinggi di Penerbangan Perdana Bandara Kertajati ':

[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed