Meski demikian, LRT Palembang disebut mengadaptasi teknologi yang paling modern. Seluruh sarana, prasarana, dan pengoperasian terhubung ke dalam satu sistem.
"Jadi ini adalah teknologi terkini di mana antara sarana, prasarana, dan pengoperasian itu terintegrasi. Sistem itu sendiri sudah pada tahap sub komponennya setiap saat harus bekerja," kata Direktur Sarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Makjen Sinaga di markas detikcom, Jakarta Selatan, Rabu (15/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, jika ada satu sistem saat pengoperasian LRT Palembang yang tidak benar, maka kereta tidak akan jalan. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang.
"Jadi pada saat terjadi kesalahan di dalam sub sistem atau katakanlah datanya tidak masuk ke dalam sistem, itu otomatis berhenti beroperasi. Kenapa seperti itu? karena kita mengutamakan safety," ujar Makjen.
Berhentinya LRT Palembang, kata Makjen, umumnya terjadi saat masa uji coba. Masa uji coba ideal yang dibutuhkan untuk pengoperasian sarana kereta LRT sedikitnya dibutuhkan enam bulan. Namun, karena kebutuhan transportasi untuk Asian Games 2018, maka uji coba dipersingkat.
"Sebetulnya kalau di dalam commisioning, hal-hal seperti ini biasa terjadi. Sebetulnya LRT Palembang ini dalam kondisi standar, commisioning-nya kita butuh enam bulan," tutur Makjen.
Saksikan juga video ' Kereta LRT Palembang Mogok Lagi, Penumpang Panik ':
(ara/zlf)











































