Follow detikFinance
Sabtu, 18 Agu 2018 21:01 WIB

Rini Yakin Proyek BUMN Tak Bikin Defisit Transaksi Melebar

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) kuartal II-2018 melebar hingga 3% atau sebesar US$ 8 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, 1,96%.

Terkait hal itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan pada dasarnya CAD tetap harus dijaga. Pasalnya, kondisi CAD saat ini melebar dibandingkan perkiraan.


Namun, kata Rini, saat ini masih ada proyek yang sudah mendapatkan pendanaan atau financial closing dan membutuhkan impor komoditas yang diperlukan. Sehingga kegiatan impor tersebut masih harus dilakukan. Padahal, salah satu cara mengontrol pelebaran CAD tersebut dengan menahan impor.

"Kalau kita sudah ada proyek yang berjalan di mana kita sudah ada financial closing dan memang ada pendanaan semacam ekspor kredit karena alat-alatnya kita belum bisa bikin di Indonesia," kata dia di Jakarta, Sabtu (18/8/2018).


Akan tetapi, kata Rini hal yang dilakukan tersebut tidak memberikan dampak ke transaksi berjalan.

"Itu akan jalan terus. Kenapa? Karena kalau pinjaman dari luar dan dan kita membeli barang dari luar itu tidak memberi efek ke transaksi berjalan karena dana devisa kita dapat juga dari luar," imbuhnya.

Sebagai informasi, Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Yati Kurniati mengatakan pelebaran CAD tersebut terjadi karena imbas dari naiknya impor. Walaupun begitu, impor tersebut juga dilakukan untuk mendukung kegiatan ekonomi yang semakin meningkat.


Saksikan juga video ' Menteri Rini Panen Padi dan Borong Beras Organik ':

[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed