Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 05 Sep 2018 12:51 WIB

Jasa Marga Tetap Kebut Proyek Jalan Tol Meski Dolar AS 'Ngamuk'

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Dok. Jasa Marga Foto: Dok. Jasa Marga
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat semakin menunjukkan taringnya terhadap rupiah. Dolar AS semakin dekat ke 15.000.

Mengutip perdagangan Reuters, Rabu (4/9/2018), pagi ini dolar AS berada di posisi 14.925. Dolar sempat mendekati level Rp 15.000 dan menembus level 14.989 di level tertingginya.

Melihat kondisi tersebut ada beberapa program yang dilakukan pemerintah salah satunya Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menunda pekerjaan sebagian proyek besar dengan tujuan mengurangi impor dan menyeimbangkan neraca dagang. Tujuannya agar rupiah terselamatkan.



Namun, kondisi berbeda dilakukan PT Jasa Marga. BUMN yang khusus mengelola jalan tol di dalam negeri ini terus mengebut proyek pembangunan jalan tol di berbagai titik. Hal tersebut dijelaskan Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani, karena sebagian besar dana yang ia dapat untuk membiayai pembangunan infrastruktur berasal dari para investor.

"Itu mungkin (infrastruktur yang ditunda) yang dibiayai APBN kali. Kita kan pakai equity pengusahaan dan investasi jadi nggak ada yang ditunda semua dikebut terus," kata dia kepada awak media usai melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Bidakara, Rabu (5/9/2018).

Ia menjelaskan semua bahan bahan yang digunakan untuk membangun infrastruktur menggunakan 100% komponen lokal.

"TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) 100% ya kami," kata dia.



Sementara itu bagi para investor asing yang saat ini menanamkan modal ke Jasa Marga Desi menjelaskan semua prosesnya dilakukan dengan rupiah.

"Investor asing juga kita upayakan beli dalam rupiah," ujar dia.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo memilih untuk menunda pengerjaan infrastruktur. Adapun proyek-proyek infrastruktur yang ditinjau ulang ialah yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor. Karena jika program ini sukses, negara dapat menghemat devisa sebanyak US$ 21 juta setiap hari. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed