Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 06 Sep 2018 17:44 WIB

Darmin Sebut Proyek Strategis yang Ditunda Bukan Prioritas

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution membeberkan mengenai isi dari rapat koordinasi yang dilakukan di kantornya siang ini mengenai pengkajian Proyek Strategis Nasional (PSN).

Darmin menjelaskan meski rupiah saat ini tengah melemah, tidak semua proyek pembangunan besar ditunda. Beberapa proyek yang ditunda memiliki kriteria, di antaranya bukan proyek yang prioritas dalam artian bisa ditahan sampai kondisi nilai rupiah stabil.

"Pada dasarnya tadi mendiskusikan mengenai penundaan proyek yang bisa dilakukan. Dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti proyeknya yang belum financial close, yang proyeknya tidak terlalu urgent," kata dia kepada awak media di Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (6/9/2018).



Darmin menjelaskan proyek yang ditunda harus benar benar baru mulai perencanaan. Ia mencontohkan jika misalnya pembangunan tersebut masuk kategori pembangunan tenaga listrik hal tersebut kata dia bisa ditunda.

"Itu tergantung urgensinya kalau urgent itu tetap jalan. Tapi kalau pembangkit listrik di Jawa kan cadangan juga banyak. Nggak usah buru-buru kan tapi harus dilihat seberapa lama. Jangan sampai sudah pada saatnya kita bakal lama cari investor," ujar dia.

Dari hasil pantauan detikFinance siang ini tampak yang datang dalam rapat tersebut yaitu Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Ada pula dari Kementerian BUMN diwakili Deputi Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro dan Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero) Syofvi Felienty Roekman.

Sebagai infromasi, sebelumnya Pemerintah memutuskan untuk menunda proyek kelistrikan 15.200 mega watt (MW). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi impor yang berdampak pada nilai tukar rupiah.



Meski sudah diberikan arahan untuk di tunda, proyek kelistrikan 15.200 mega watt (MW) masih harus dikaji ulang pasalnya penundaan proyek tersebut tengah dikaji oleh PLN karena proyek tersebut sudah masuk financial close.

Sebagai informasi, langkah penundaan sejumlah proyek infrastruktur ini dilakukan pemerintah untuk mengurangi tekanan impor yang mungkin timbul dari pelaksanaan pembangunan proyek. Misalnya proyek yang banyak menggunakan material atau teknologi dari luar negeri yang pembiayaannya harus menggunakan dolar AS.

Dengan cara itu diharapkan dampak penguatan dolar AS bisa ditanggulangi dan rupiah bisa berbalik menguat. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed