Follow detikFinance
Jumat, 05 Okt 2018 15:22 WIB

Ini Alasan Makassar New Port Mendesak Dibangun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Makassar New Port/Achmad Dwi Afriyadi Foto: Makassar New Port/Achmad Dwi Afriyadi
Makassar - Pembangunan pelabuhan Makassar New Port terus dikebut. Pembangunan dilakukan lantaran pelabuhan yang ada saat ini yakni Pelabuhan Soekarno-Hatta diproyeksi tak bisa menampung lagi muatan di tahun depan.

Direktur Utama PT Pelindo IV Farid Padang mengatakan, pelabuhan eksisting hanya mampu menampung 700 ribu TEUs.

"Dia akan kongesti tahun 2019, sudah stuck 700 ribu TEUs. Jadi ini dibangun jauh-jauh hari untuk antisipasi itu," kata dia di lokasi proyek Makassar New Port, Jumat (5/10/2018).


Lalu, dia mengatakan, adanya pelabuhan ini diharapkan menjadi hub untuk Indonesia di bagian timur. Sehingga, pengiriman barang tak perlu lagi melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta atau Tanjung Perak di Surabaya.

"Dulu-dulu barang diangkut lebih banyak dari Makassar hub-nya Surabaya-Jakarta. Kita ubah sekarang Indonesia timur punya hub Makassar," sambungnya.

Lanjutnya, Pelindo IV memiliki pelabuhan-pelabuhan yang tersebar di 11 provinsi. Dia bilang, barang-barang yang akan diekspor nantinya bisa juga melewati pelabuhan ini.

Apalagi, pelabuhan ini memiliki kedalaman hingga 16 meter yang mampu menampung kapal-kapal berukuran jumbo.



"Kami Papua, Papua Barat, Sulawesi semua Kalimantan Utara, dengan 11 provinsi 27 cabang kalau ada kontainer diangkut mau ekspor, domestik," terangnya.

"Kalau kapal besar datang yang diangkut lebih banyak," tutupnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed