Follow detikFinance
Minggu, 21 Okt 2018 17:59 WIB

4 Tahun Jokowi JK

Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Sempat Disebut Kecebong

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan salah satu proyek besar dalam pemerintahan Jokowi-JK yang sudah berusia 4 tahun. Proyek yang ditaksir nilai investasinya mencapai US$ 6,071 miliar itu, sering menuai kontroversi.

Salah satu pemberitaan yang ramai tentang Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah saat Politikus, Roy Suryo sempat menuding proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah proyek bohongan atau disebutnya dengan istilah 'kecebong' yang merupakan kependekan dari 'Kereta Cepat Bohong-bohongan'.


Alasan dia menyebut proyek ini proyek bohongan lantaran proyek ini hanya dijalankan demi kepentingan pengembang sehingga dianggap tak sepenuhnya demi kebutuhan masyarakat.

"Kecebong itu kereta cepat bohong-bohongan. Iya, ini bohong-bohongan karena sebenarnya tidak perlu membangun kereta cepat Jakarta-Bandung yang berhenti 4 kali," kata Roy.

Roy memberikan julukan itu lantaran proyek tak kunjung tampak pembangunannya. Proyek itu juga dituding hanya untuk kepentingan pengembang, bukan demi peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Menteri BUMN, Rini Soemarno sempat menjawab tudingan tersebut. Rini mengatakan pembangunan mega proyek ini masih terus berjalan dan bukan proyek bohongan seperti yang ditudingkan belakangan ini.

"Enggak bohong-bohongan kok. Beneran. Cuma memang memakan waktu," kata Rini saat ditemui usai peresmian tol Becakayu seksi 1B dan 1C di Bekasi, Jumat (3/11/2017).

Rini menjelaskan, perubahan trase dari proyek yang menyambungkan Jakarta dan Bandung ini membuat waktu penetapan lokasi molor sehingga pembebasan lahan pun juga demikian. Hal ini pun membuat pembebasan lahan dan pekerjaan di lapangan molor dari target yang ditentukan di awal.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro juga sempat ikut berkomentar. Dia mengatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung masih berjalan dan saat itu masih dalam tahapan pembebasan lahan dan ada yang tahap konstruksi.


"Intinya penentuan lokasi dan sebagian pembebasan tanah sudah berlangsung dan mudah-mudahan pekerjaan konstruksi sudah bisa dimulai," kata Bambang.

Namun, Bambang mengatakan, untuk detail proses di lapangan ditangani Kementerian BUMN. Sedangkan terkait dana pinjaman yang tak kunjung cair, menurut Bambang, bukan masalah karena proyek ini merupakan patungan antara Indonesia dan China.



Tonton juga video 'Pekerja Lokal Dominasi Proyek Kereta Cepat JKT-BDG':

[Gambas:Video 20detik]

(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed