Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 28 Okt 2018 16:27 WIB

Puji Mentri PUPR, Menhub: Pertama Kali Tak Ada Macet di Zamanku

Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Eko Sudjarwo Foto: Eko Sudjarwo
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku terbantu oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono atas pembangunan jalan yang menyambungkan Jakarta-Surabaya. Ia mengatakan karena kinerja Menteri PUPR, di zamannya tak ada terjadi kemacetan.

"Soal jalan. Kawan aku tuh namanya Pak Basuki. Lamo di Palembang jugo. Selama 4 tahun membangun 947 km membuat konektivitas Jakata-Surabaya terjadi. Dan aku tertolong begitu menjadi menteri perhubungan pertama kali tidak ada macet untuk zaman aku. Ini jalan Allah Pak Yai, Kalau kita begawe itu serius Tuhan tuh kasih jalan," kata Budi di Palembang, Sabtu (28/10/2018).

Budi Karya Sumadi berpidato di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam menyosialisasikan capaian 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Acara juga dihadiri wali kota Palembang, tokoh agama, serta pejabat daerah dan Kemenhub lainnya.

Ia melanjutkan, dalam capaian 4 tahun Jokowi JK, pemerintah juga telah menerapkan kebijakan BBM satu harga di Papua. Pemerintah, kata Budi, memberikan subsidi agar harga BBM di Papua bisa lebih murah. Diketahui sebelum adanya kebijakan ini harga BBM di Papua berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per liter. Sementara dengan adanya kebijakan ini harga bensin RON 88 dan minyak solar 48 menjadi Rp 6.450.


"Nah ini urusan yang namanya bensin. Kita bensin berapa, Rp 7 ribu, Rp 8 ribu naik Rp 5.00 saja langsung demo. Kantor gubernur dilemparin. Dia ini (menunjuk ke infografis harga BBM di Papua) Rp 50 ribu sampe 100 ribu diem bae gitu. Mana yang namanya keadilan sosial itu. Inilah satu konsekuensi dari kita untuk membuat keadilan sosial. Subsidi banyak tapi sebagai konsekuensi. Kita memang harus mencari format yang lebih baik," kata dia.

Selain itu Budi juga turut memberikan penjelasan soal kenaikan angka lapangan pekerjaan hingga investasi. Ia menilai Indonesia telah memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dibandingkan dengan negara-negara lain, khususnya Jepang.

"Ini bicara pertumbuhan. Dikatakan 5% kecil. Negara di dunia ini yang punya pertumbuhan di atas kita itu pacak (bisa) dihitung pakai jari, paling China, paling India, paling Vietnam, yang lain kecil. Jepang itu paling nol koma sekian, jadi kita harus bangga dengan keadaan kita," imbuhnya.

Dikatakan Budi, infrastruktur yang selama ini dibangun pemerintah mulai dari terminal, jalan, hingga pelabuhan dapat menguatkan investasi. Sementara untuk memperkuatnya lagi, ke depannya pemerintah akan memfokuskan pada pembangunan sumber daya manusia.


"Kita itu harus punya jangkar, punya kerangka. Kerangka kita itu infrastruktur, bahwa kita membuat kerangka itu butuh suatu investasi yang mengencangkan kepentingan yang lain. Sekarang kita buat dia semakin kuat tentang SDM, tahun 2019 tahun SDM," pungkasnya. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed