Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Jan 2019 20:59 WIB

Biaya Logistik Mahal, Infrastruktur Pemerintah Belum Nendang?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustrasi logistik. Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi logistik. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Biaya logistik di Indonesia menjadi yang paling tinggi di Asia. Pemerintah mesti mendorong pembangunan infrastruktur untuk menurunkan tarif tersebut.

Menurut Ekonom Indef, Bhima Yudishtira pemerintah mesti membangun infrastruktur lebih giat lagi, khususnya untuk barang. Sebab, saat ini pembangunan masih berorientasi pada angkutan orang.

"Prioritas bangun infrastruktur logistik daripada angkutan orang. Saat ini di Indonesia masih fokus pada angkutan orang padahal yang dibutuhkan barang," kata dia kepada detikFinance, Selasa (8/1/2019).

Selain itu, ada juga cara lain seperti memberikan subsidi tarif tol pada angkutan truk. Selama ini, kata Bhima, masih banyak truk yang tidak memanfaatkan jalan tol karena tarif tinggi.


Maka dari itu, semestinya pemerintah memberikan subsidi atau tarif yang lebih rendah kepada truk atau angkutan logistik dibandingkan angkutan pribadi.

"Subsidi tarif tol untuk angkutan truk. Subsidi bisa lewat dana Pemda. Selama ini, masih banyak truk yang nggak menggunakan jalan tol karena mahal. Padahal fungsi tol kan untuk memperlancar arus logistik," ungkap dia.

Terakhir, cara untuk menurunkan biaya logistik yang tinggi pemerintah diharapkan untuk merombak birokrasi internal di pelabuhan. Hal itu untuk mempercepat waktu bongkar muat di pelabuhan atau dwelling time.

"Reformasi birokrasi di internal bea cukai untuk percepat proses pre clearances di pelabuhan atau dwelling time," tutup dia.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com