Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 09 Jan 2019 17:57 WIB

Beda Suara Pengusaha soal Puluhan Ribu Kontraktor Gulung Tikar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Ketua Umum Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional (Gapensi) Iskandar Z Hartawi buka suara terkait penurunan drastis jumlah anggota. Dia menegaskan, penurunan anggota bukan semata-mata dominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Bahwa tidak benar penurunan jumlah anggota Gapensi semata-mata disebabkan oleh dominasi proyek-proyek besar yang dikerjakan oleh kontraktor BUMN, tetapi tender proyek-proyek fisik berbasis e-procurement juga menjadi sebab utama penurunan jumlah keanggotaan, dulu setiap pelaku usaha rata-rata memiliki beberapa perusahaan jasa kontruksi. Namun, lelang berbasis e-procurement sudah tidak memungkinkan untuk melakukan hal seperti itu," katanya kepada detikFinance dalam keterangan tertulis, Rabu (9/1/2019).

Iskandar melanjutkan, penyebab lain adalah penerapan hukum yang tidak jelas arahnya, banyak kontraktor dikriminalisasi dengan merespons secara pidana atas kelalaian administratif yang sebetulnya masuk dalam ranah keperdataan.



Iskandar mengatakan, pemerintah sendiri telah akomodatif menerima usulan pengusaha.

"Bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR juga telah akomodatif terhadap usulan dari Gapensi di antaranya terlibat langsung dalam FGD dan diskusi-diskusi lain dalam penyusunan UU No 2 tentang Jasa Konstruksi beserta turunannya," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menaikan segmen pasar untuk kontraktor kecil dari sebelumnya Rp 2,5 miliar menjadi Rp 10 miliar.

"Lebih dari itu Menteri PUPR telah mengeluarkan regulasi berupa Surat Edaran yang sangat luar biasa sesuai harapan anggota Gapensi dengan menaikkan segmentasi pasar bagi usaha kecil yang dulu hanya maksimal mengerjakan proyek sampai dengan Rp 2,5 miliar menjadi maksimal Rp 10 miliar sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 10/SE/M/2018 Tahun 2018," paparnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum III Gapensi Bambang Rahmadi mengatakan, jumlah anggota mengalami penyusutan tajam terutama sejak adanya proyek strategis nasional (PSN). Jumlah kontraktor swasta nasional yang tergabung dalam Gapensi disebut menyusut tajam dari mulanya sekitar 70 ribu hingga 80 ribu anggota, dan kini hanya sekitar 35 ribu anggota.

"Diambil BUMN rata-rata pelabuhan besar memang, porsi beton, pancang besar, peralatan yang besar sehingga terlibat tidak padat karya," ujarnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com