Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 10 Jan 2019 10:51 WIB

Bandara Kertajati Sepi karena Perencanaan Kurang Matang?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Trio Hamdani Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat (Jabar) masih sepi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Mei 2018. Bandara terbesar setelah Soekarno-Hatta itu digadang-gadang jadi kebanggaan warga Jabar.

Menurut Pakar penerbangan Alvin Lie, sejak awal bandara ini dibangun memang kurang perencanaan dan strategi bisnis.

"Saya tidak mengatakan salah, tapi lebih tepat mungkin perencanaan dan strategi bisnisnya kurang matang," kata dia saat dihubungi detikFinance, Kamis (10/1/2019).

Dia menilai, bandara hanya gerbang penghubung antar daerah. Jika daerah di dekat Bandara Kertajati tidak ada daya tariknya maka tidak ada yang minat terbang ke bandara tersebut. Pemerintah setempat harus rajin mempromosikan daya tarik yang ada.


"Saya lihat Bandara Kertajati seolah-olah jalan sendiri-sendiri. Pemda kabupaten sekelilingnya juga tidak aktif promosikan daerahnya," sebutnya.

Dalam hal ini, dia melihat pembangunan Bandara Kertajati tidak memerhatikan aspek bisnisnya.

"Harusnya suatu bandara sebelum dibangun mempelajari aspek bisnisnya. Nanti siapa yang akan gunakan bandara itu, daya tarik apa yang mau ditawarkan," paparnya.


Hal-hal semacam itu harusnya dilakukan jangan setelah bandara selesai dibangun, melainkan sejak pembangunan itu dilakukan.

"Selama proses pembangunan itu proses marketing juga sudah jalan sehingga ketika bandara itu beroperasi banyak maskapai yang gunakan bandara itu. Ini yang saya lihat ini nggak jalan. Selama pembangunan, pembangunan saja, tapi marketingnya nggak jalan," tambahnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed