Soal Tol Retak, Pengamat: Tak Apa Tunda Peresmian, yang Penting Oke

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 20 Jan 2019 19:47 WIB
Foto: Robby Bernardi/detikcom
Jakarta - Pengamat transportasi dari Unika Soegijpranata Semarang Djoko Setijowarno, menilai kerusakan yang terjadi di beberapa ruas tol Trans Jawa merupakan resiko percepatan pembangunan. Percepatan tersebut membuat beberapa konstruksi jalan menjadi kurang sempurna.

Djoko mengingatkan agar pemerintah bukan hanya pikirkan target dan percepatan pembangunan saja tapi juga keselamatan.

"Sebenarnya nggak apa-apa lah kalau bicara keselamatan, 'Pak (Jokowi) ini ditunda satu dua bulan gak apa apa lah'. Gak apa-apa nggak bisa (selesai) pas Pilpres yang penting lebaran oke," kata Djoko saat dihubungi detikFinance, Minggu (20/1/2019).


Namun, Djoko juga membenarkan bahwa target percepatan pembangunan tidak boleh dilupakan. Target tersebut menurutnya penting agar pekerjaan bisa selesai sesuai jadwal.

"Target (harus) tetap ada, tapi jangan sampai mengabaikan keselamatan itu aja. Target penting ya biar orang bekerja itu sesuai jadwal," ungkap Djoko.

Djoko juga ingatkan agar pemerintah dapat menentukan dan mengawasi titik rawan di jalan tol. Dia juga katakan agar daerah-daerah yang rusak jalan tolnya harus cepat-cepat diperbaiki.


"Jadi sekarang daerah-daerah rawan itu yang mesti ditangani cepat-cepat, saya kira kalau cuma satu dua meter kerusakan bisa diperbaiki segera saja cepat-cepat. Lalu, kita juga harus lihat titik-titik mana yang rawan itu harus diawasi," kata Djoko. (das/das)