Banyak Tol Baru Rusak, Pengusaha: Kontraktornya Diburu-buru

Banyak Tol Baru Rusak, Pengusaha: Kontraktornya Diburu-buru

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 21 Jan 2019 13:39 WIB
Foto: Robby Bernardi/detikcom
Jakarta - Rusaknya sejumlah ruas tol Trans Jawa disebut karena pembangunannya dilakukan asal jadi dengan mengabaikan kualitas. Menurut Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) Andi Rukman Karumpa itu karena pemerintah kejar target.

"Mungkin kontraktornya merasa terkejar waktu, dikebut, jadi buru buru. Namanya juga human error. Kadang kadang kecelakaan, terjadi kerusakan pada konstruksi," katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (21/1/2019).

"Jangan semata mata kita hanya ingin membuat target bahwa ini jadi, ini jadi, tapi kualitasnya terabaikan," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya di satu sisi mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempercepat akselerasi pembangunan infrastruktur. Hanya saja jangan mengabaikan hal penting lainnya.

"Semangat pemerintah harus kita hargai untuk membangun infrastruktur secara masif. Tapi yang perlu diperhatikan juga bahwa secara perencanaan dan pengawasan juga tidak boleh diabaikan," jelasnya.



Apalagi jalan tol tidak dibangun untuk digunakan dalam jangka pendek saja. Dengan demikian, ketahanannya harus diperhatikan.

"Pekerjaan konstruksi ini kan pekerjaan long term, akan dinikmati oleh masyarakat sepanjang masa. Jadi tidak semata-mata hanya groundbreaking, kemudian hanya peresmian segala macam. Harus betul betul diperhatikan dengan baik," sebutnya.

Pemerintah diharapkan tidak hanya mementingkan panjang tol yang terbangun.

"Pertanyaannya bukan berapa yang jadi, tapi kualitas mutu konstruksi kita harus lakukan dengan baik. Jangan bicara target ruas tapi bicara kualitas, bukan kuantitasnya," tambahnya.

Seperti diketahui, pada 16 Januari 2019, ruas jalan Tol Pemalang-Batang KM 321 menuju Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengalami kerusakan. Tol yang baru diresmikan 20 Desember 2018 kemarin itu mengalami kerusakan berupa keretakan pada jalan. Bahkan pondasi penahan ruas tol kanan-kirinya juga mengalami longsor.

Bahkan kerusakan juga pernah terjadi di ruas tol Salatiga-Kartasura, Jawa Tengah. Talut atau lereng disamping ruas tol tersebut ambles. Kerusakan talut terjadi pada 24 Desember 2018, atau 4 hari setelah diresmikan.

(eds/eds)

Hide Ads