Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 29 Jan 2019 17:34 WIB

Proyek Air Minum hingga Perumahan Jokowi Diramal Tak Capai Target

Hendra Kusuma - detikFinance
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Ray Jordan/detikcom Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan mengubah target pembangunan infrastruktur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Hal itu sudah didiskusikan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan ada tiga target RPJMN 2015-2019 yang tidak bisa direalisasikan, yaitu pembangunan sektor perumahan, air bersih, dan sanitasi.

"(Bahas) infrastruktur iya, program RPJMN" kaya Basuki di Komplek Istana, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).


Rapat internal yang diagendakan pada pukul 13.00 WIB ini pun baru selesai pada pukul 15.30 WIB. Basuki mengatakan, hasil evaluasi Bappenas menyebutkan untuk sektor PUPR ada tiga target tidak bisa dicapai pada 2019.

"Kalau Bappenas kan berikan kepada PU ada 9 yang bisa dicapai, 8 harus kerja keras dan 3 yang mungkin tidak bisa dicapai, yang tiga yang air minum, sanitasi, dan perumahan," kata Basuki.

Meski demikian, Basuki menegaskan hasil diskusi bersama tidak ada pengubahan target, alias tetap dilanjutkan pembangunannya.

"Ya nggak apa-apa, nggak perlu mengubah target," jelas dia.

Meski demikian, Basuki juga mengungkapkan bahwa ada beberapa program RPJMN 2015-2019 yang dapat direalisasikan sesuai target, seperti pembangunan jalan tol.


Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan bahwa rapat dengan Presiden Jokowi membahas mengenai dampak proyek strategis nasional (PSN) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Memang tadi topik utamanya itu PSN, seperti apa dampaknya semuanya itu. Jadi diskusikan untuk menyimpulkan seperti apa, dampaknya ke pertumbuhan ekonomi, dampak ke pemerataan. Benar-benar diskusi saja," kata Darmin. (hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed