Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 12 Feb 2019 13:08 WIB

Proyek Tol Selatan Jawa bakal Makan Lahan Produktif

Trio Hamdani - detikFinance
Kawasan selatan Jawa/Foto: Dok. Kementerian PUPR Kawasan selatan Jawa/Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Rencana pengembangan jalan tol di jalur selatan Pulau Jawa dinilai perlu dievaluasi kembali. Pasalnya proyek tersebut dianggap bisa menggerus lahan-lahan produktif yang ada serta menutup sumber mata air.

"Nah itu dia, itu harus dievaluasi. Gini, ini nampaknya bangun tol Jawa kebablasan sekarang ini. Semua kota mau dirajut dengan jalan tol," kata Pengamat transportasi Djoko Setijowarno kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (12/2/2019).


Dia menekankan, aspek daya dukung lingkungan juga harus diperhatikan oleh pemerintah, jangan semata-mata hanya ingin membangun tol.

"Tol yang dibangun itu sekarang ini kalau baru dia, itu pertama dia makan lahan produktif, kedua menutup sejumlah sumber mata air," paparnya.

"Ke depan kita jangan mengejar 'oh China (sudah punya tol) sekian km.' Lho China itu daratan loh, kontinental. Indonesia itu kepulauan, nggak bakal bisa menyamai China, beda. Jangan selalu dibandingkan China sekian kilometer. Itu nggak bisa, tidak apple to apple," lanjutnya.


Apalagi, menurut dia saat ini jalur Pantai Selatan (Pansela) yang sudah ada belum over kapasitas. Jalur tersebut masih mampu menampung cukup kendaraan.

"Jalur selatan 4 lajur masih sepi kok. Justru (tol) penghubung dari utara ke selatan itu yang (perlu) dibangun," tambahnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
CNN ID
×
Insight With Desi Anwar
Insight With Desi Anwar Selengkapnya