Operator Cipali Bantah soal Truk Ogah Masuk Tol

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Minggu, 24 Feb 2019 16:20 WIB
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) membantah terjadi penurunan lalu lintas kendaraan logistik. LMS menyebut justru terjadi pertumbuhan lalu lintas kendaraan untuk golongan II-V hingga 62%.

"Berdasarkan data kita lihat bahwa pertumbuhan truk golongan II sampai V sampai 62%. Tepatnya 20-60%," kata Wakil Direktur Utama LMS Firdaus Azis dalam Media Tur Inspirasi Astra di Tol Trans Jawa, Subang, Minggu (24/2/2019).


Firdaus menambahkan bahwa perusahaan logistik memanfaatkan tol untuk mempercepat arus distribusi barang. Dengan data tersebut, ia menolak jika truk beralih ke jalur Pantura.

"Artinya para pengusaha truk melihat pentingnya tol ini mempercepat waktu tempuh. Statement beralih ke Pantura kurang tepat karena dari tahun ke tahun meningkat," ujar Firdaus.


Ia menambahkan, sistem pembayaran kepada supir truk untuk pengiriman barang perlu diubah agar tetap melewati tol. Pola pembayaran kepada supir truk yang dibayarkan sekaligus setiap perjalanan membuat pengemudi truk mengakali dengan melewati jalan non tol.

"Selama sistem untuk kompensasi ke pegawai lump sum bagaimanapun tol nggak bisa kompetitif. Bagaimana driver lumpbsum nyari gratis dong. Kalau memaksa mengarahkan truk masuk tol insentif driver bisa diubah dengan sistem gaji mereka pasti milih singkat," tutur Firdaus. (ara/dna)