Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 12 Mar 2019 16:26 WIB

Darmin Sebut Pembangunan Infrastruktur Mahal karena Banyak Impornya

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus genjar membangun infrastruktur sehingga memakan biaya yang sangat mahal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Naustion pun mengungkapkan alasan di balik mahalnya kegiatan tersebut.

Menurut Darmin gencarnya pembangunan infrastruktur memang diperlukan untuk mendorong ekonomi. Sebab, dengan adanya infrastruktur maka akan ada kegiatan ekonomi seperti pembangunan industri.

"Membangun infrastruktur merupakan fondasi membangun industri dan kegaiatan ekonomi yang lain," papar dia dalam rakernas Kementerian Perdagangan di Hotel Sangri-La, Jakarta, Selasa (12/3/2019).


Hanya saja, kata Darmin, pembangunan infrastruktur memang memakan waktu dan juga biaya. Hal itu dikarenakan banyaknya produk atau bahan baku infrastruktur yang diimpor.

Pasalnya, selama ini Indonesia belum memiliki industri yang berkaitan dengan besi dan baja sebagai bahan baku infrastruktur.

"Ada satu lagi hubungan dengan infrastruktur, selain lama itu mahal karena impornya banyak. Ada banyak sekali produk yang kita butuhkan tapi nggak dihasilkan jadi perlu impor," ungkap dia.


Hanya saja, pembangunan infrastruktur jelas memiliki manfaat karena saat sudah terbangunnya infrastruktur tersebut dapat digunakan hingga 15 tahun lamanya.

"Hitung-hitungan ekonomi memang lama dan mahal tapi itu sekali dibangun bisa untuk 10-15 tahun akan terus bekerja," tutup dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed