Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 05 Apr 2019 10:18 WIB

Musi Banyuasin Genjot Penggunaan Aspal Karet dan Biofuel

Raja Adil Siregar - detikFinance
Penggunaan Aspal Karet/Foto: Dok Humas Pemkab Musi Banyuasin Penggunaan Aspal Karet/Foto: Dok Humas Pemkab Musi Banyuasin
Palembang - Tingkat kemiskinan di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan hingga kini masih menjadi fokus utama Pemkab untuk diturunkan. Harga karet dan sawit yang rendah disebut menjadi penyebabnya.

"Jadi angka pengangguran yang rendah atau kemiskinan tinggi itu tak berlaku di Musi Banyuasin. Apalagi ada 80% warga kami petani karet dan sawit," ujar Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex saat ditemui di Mes Palembang, Jumat (5/4/2019).

Untuk mengentaskan angka kemiskinan itu, kata Dodi pihaknya telah membahas dalam pembukaan Musrenbang RKPD Tahun 2020. Termasuk di antaranya saat merilis kebijakan satu pintu, Kamis (4/4/2019).


Dodi menilai angka kemiskinan saat ini disebabkan harga karet dan sawit yang masih anjlok. Kondisi ini pun berdampak pada harga pasar dunia yang kini belum stabil.

"Kalau permasalahan kemiskinan di Musi Banyuasin saat ini ya, sebenarnya karena harga sawit dan karet sangat rendah dan ini dipengaruhi oleh pasar internasional. Sebagai solusinya tentu dengan bangun jalan aspal karet dan biofuel," kata Dodi.

Dengan begitu, Pemkab kini terus gencar mengajak semua elemen untuk berupaya meningkatkan perekonomian mikro pada sisi pertanian. Salah satunya yakni lewat pengembangan jalan aspal karet hingga pengelolaan inti kelapa sawit menjadi bahan bakar.

"Saya minta semua elemen untuk gencar meningkatkan sisi mikro pertanian serta perkebunan. Saat ini aspal karet terus digencarkan, kalau tahun kemarin kita hanya satu ruas, tahun ini akan ada lima ruas pembangunan jalan aspal karet yang akan menyerap puluhan ton karet rakyat," imbuh Dodi.


Tidak hanya karet, upaya meningkatkan harga kelapa sawit di kalangan petani di Musi Banyuasin juga gencar dilakukan. Salah satunya merealisasikan inovasi pengelolaan inti kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati.

"Kita menggandeng ITB dan BPDP-KS, dalam waktu dekat ini akan terealisasi dan Musi Banyuasin akan jadi inisiator penerapan energi baru terbarukan di Indonesia," jelas Dodi optimis.

Dengan inovasi lewat dua hasil pertanian itu, Dodi optimis petani akan sejahtera. Bahkan angka kemiskinan yang ada di Bumi Serasan Sekate secara perlahan akan terus mengalami penurunan dan berdampak positif.

Sebelumnya, Pemkab Musi Banyuasin juga susah menerapkan aspal campur karet di beberapa lokasi. Uji coba yang dilakukan dapat menyerap hasil petani untuk meningkatkan harga jual.



Tonton juga video 9 Penghuni Bekas Kandang Kambing Tak Terjangkau Pemerintah:

[Gambas:Video 20detik]

(ras/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com