Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Apr 2019 13:29 WIB

Jalur DDT Baru Selesai Jatinegara-Cakung, Kenapa Dioperasikan?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
DDT/Foto: Agung Pambudhy DDT/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Jalur rel kereta double-double track (DDT) alias rel dwi-ganda mulai dioperasikan dini hari tadi. Jatinegara-Cakung menjadi segmen DDT pertama yang dioperasikan.

Proyek tersebut seharusnya menghubungkan Manggarai-Bekasi. Sedangkan kini baru beroperasi segmen Jatinegara-Cakung sehingga masih ada dua segmen lain yang masih dikebut pembangunannya, yaitu segmen Manggarai-Jatinegara dan Cakung-Bekasi.

Lalu kalau belum terhubung semua mengapa DDT Jatinegara-Cakung sudah dioperasikan?


Kepala Balai Teknik Jakarta Banten Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jumardi mengatakan bahwa DDT Jatinegara-Cakung sudah bisa digunakan. Dioperasikannya sebagian rel dwi-ganda tersebut agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya lebih awal.

"Kalau tunggu Manggarai-Bekasi masih lama, padahal sudah ada bagian yang bisa dimanfaatkan, makanya sekarang kita operasikan. Supaya investasi pemerintah yang begitu besar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkap Jumardi yang ditemui di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (12/4/2019).

Jumardi menyebutkan, pihaknya tidak ingin menunggu waktu lama untuk melakukan percobaan DDT ini. Pasalnya, proyek DDT ini sendiri sudah dicanangkan sejak tahun 2002.

"Ya lama ya kalau mau nunggu selesai sempurna semua. Kalau lama ya nggak jalan-jalan kita," ungkap Jumardi.


Pengoperasian perdana jalur DDT sendiri sudah berimbas pada terganggunya jadwal kereta, termasuk commuter line atau KRL. Menanggapi hal tersebut, Jumardi mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya mengoptimalkan jalur baru DDT ini.

"Tapi kita terus upayakan perbaikan, mungkin dalam waktu dekat tahun ini bisa operasikan jalur baru lagi," kata Jumardi.

Jadwal KRL terganggu karena ada peralihan alias switch over jalur rel baru DDT. Jalur baru ini, nantinya akan memisahkan jalur rel kereta jarak jauh dengan rel KRL, dengan begitu diharapkan perjalanan kereta akan efektif. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed