Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Mei 2019 19:33 WIB

Lama 'Mati', Jalur KA Bandung-Ciwidey Dikuasai Pabrik dan Rumah

Mukhlis Dinillah - detikFinance
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Foto: Mochamad Solehudin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan reaktivasi jalur kereta api (KA) Bandung-Ciwidey tidak mudah. Ada beragam tantangan untuk menghidupkan kembali rel-rel yang telah mati.

Emil sapaan Ridwan Kamil menuturkan jalur KA yang lama tak berfungsi sudah dikuasai warga hingga pabrik, Sehingga butuh waktu untuk menjalankan proyek reaktivasi tersebut.

"Hasil survei pemetaan ada pabrik dan rumah mengambil jalur eksisting," kata Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (6/5/2019).


Menurutnya saat ini pemerintah bersama PT KAI tengah membahas berbagai kemungkinan pembangunan jalur Bandung-Ciwidey.

"Ada wacana pembebasan atau elevated sedang dibahas," tutur dia.

Selain Bandung-Ciwidey, ada beberapa jalur KA yang akan direaktivasi yakni Cibatu-Garut, Garut-Cikajang, Rancaekek-Tanjungsari, Banjar-Pangandaran.

Ia menuturkan akhir tahun ini rekativasi jalur Cibatu-Garut ditargetkan rampung. Dia berharap jalur tersebut langsung bisa dioperasikan.


"Beroperasi juga tahun ini (Cibatu-Garut)," ujar Emil

Seperti diketahui PT KAI telah menganggarkan Rp 4 triliun untuk membuka kembali jalur yang mati di Jabar. Namun, anggaran tersebut tidak menutup kemungkinan mengalami perubahan. Sebagai langkah awal, pembiayaan reaktivasi itu bersumber dari PT KAI.

Lama 'Mati', Jalur KA Bandung-Ciwidey Dikuasai Pabrik dan Rumah
(mud/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed