Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 11 Mei 2019 12:17 WIB

Jelang Lebaran, Operasional Kereta LRT Palembang bakal Ditambah

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Jakarta - Menjelang Lebaran pengoperasian light rail transit (LRT) Sumatera Selatan atau LRT Palembang akan ditingkatkan. Peningkatan ini antara lain memperbaiki sinyal, rel, waktu, serta sarana. Jumlah kereta yang selama ini beroperasi sebanyak 6 kereta akan ditambah jadi 8 kereta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, selama ini LRT Palembang masih menggunakan 6 kereta lantaran dalam tahap uji coba. Dia bilang, penambahan kereta dilakukan untuk bisa meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

"Banyak hal kita lakukan perbaikan, oleh karena itu kita akan rencanakan di bulan Juni akan lakukan suatu operasi yang level of service-nya jauh lebih baik dari sekarang," kata Budi Karya dalam keterangannya, Sabtu (11/5/2019).

Dengan adanya penambahan kereta tersebut, kata Budi Karya, maka waktu tunggu kedatangan atau headway LRT Palembang juga akan dipersingkat dari 30 menit menjadi sekitar 15 menit.

"Kalau sekarang headway-nya masih di atas 30 menit, nanti kita akan tekan jadi hanya 15 menit dengan kereta yang lebih rutin jadwalnya dan lebih banyak. Kemudian waktu tempuh dari ujung ke ujung tadinya 62 menit, nantinya bisa sekitar 42 menit. Ini akan jadi satu standar yang kita buat sedemikian ketat," jelasnya.


"Waktu juga saya minta diinventarisasi. Pagi dari jam 06.00 sampai jam 21.00 itu pengoperasian yang paling ramai, maka suplai dari LRT harus dipastikan juga banyak. Sore juga demikian. Sehingga kebutuhan masyarakat di waktu-waktu puncak bisa ditekan dengan headway lebih pendek, dan waktu tempuh yang tinggi. Sementara di jam-jam kosong, headway bisa dibuat lebih longgar," tambahnya.

Selain meningkatkan operasional LRT Palembang, pemerintah daerah juga diminta untuk mengatur integrasi transportasi antar moda agar menjadi lebih baik. Salah satunya dengan menambahkan angkutan antar moda seperti bus Damri, BRT (Transmusi), dan angkutan sungai pada daerah-daerah yang merupakan pergerakan utama.

"Jadi Palembang ini sebenarnya antar modanya lengkap karena ada angkutan air, kalau tempat lain jarang seperti ini. Saya bersama Pak Walikota Palembang bersama-sama dengan pihak terkait akan mengatur antar moda agar lebih bagus. Saya sampaikan pemerintah pusat akan mendukung pemerintah daerah untuk melakukan survei big data di mana daerah-daerah yang merupakan pergerakan utama, nanti di situ akan kita tambah angkutan-angkutan," ungkapnya.

Peningkatan operasional LRT Palembang dilakukan mulai bulan Juni dan akan dilakukan evaluasi setelah dua minggu sampai 1 bulan dijalankan. Diharapkan, dengan pengoperasian secara penuh ini akan meningkatkan okupansi dari 30% menjadi 60% dalam 6 bulan ke depan.

"Kita akan mulai operasi ini nanti bulan Juni dan kita akan evaluasi setelah 2 minggu, 1 bulan, supaya LRT ini menjadi lebih bagus. Untuk okupansi saya harapkan menjadi 60%, kira-kira mungkin dalam 6 bulan kemudian," tutupnya.

(fdl/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com