Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 14 Mei 2019 12:09 WIB

Dikawal Ridwan Kamil, Rini Tinjau Terowongan Kereta Cepat di Walini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Bandung Barat - Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sudah menunjukkan perkembangan. Hari ini konstruksi tunnel atau terowongan di Walini, Jawa Barat sudah bisa ditembus.

Pengerjaan proyek ini memakan waktu 15 bulan untuk tunnel dengan panjang 608 meter. Ini merupakan tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB yang berhasil ditembus

Dari pantauan detikFinance penembusan terowongan bertajuk 'Tunnel Walini Breakthrough' disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia Xiao Qian, Direktur Jendral Pengadaaan Tanah Arie Yuriwin hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.

Terowongan Kereta Cepat di WaliniTerowongan Kereta Cepat di Walini Foto: Sylke Febrina Laucereno


Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra menyampaikan pengerjaan tunnel selama ini menjadi menjadi salah satu prioritas dalam proyek KCJB dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dan durasi kerja yang lama.



Chandra meyakini bahwa titik-titik pembangunan lainnya yang kini sedang dikerjakan akan segera rampung.

"Berkat dukungan dari seluruh pihak, kini, Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung telah mencapai progress 17,38%. Pembangunannya sedang digelar secara masif dan merata di berbagai titik guna mencapai target progress pada akhir tahun sebesar 59,78%" kata Chandra di Tunnel Walini, Bandung Barat, Selasa (14/5/2019).

"Milestone ini akan semakin menumbuhkan keyakinan dalam diri masyarakat Indonesia bahwa memiliki kereta cepat di Indonesia bukan lagi menjadi impian yang tidak bisa diwujudkan," tambahnya.

Tunnel Walini memiliki lebar diameter dalam 12,6 meter dan lebar diameter luar 14,3 meter. Terowongan yang berlokasi di Kecamatan Cikalongwetan, Bandung Barat ini memiliki wesel di dalamnya serta 2 jalur kereta cepat dengan posisi DK95+472 pada inlet dan DK96+080 pada outlet. Sisi outlet dari tunnel ini akan langsung terhubung dengan Stasiun Walini.

Proses konstruksi Tunnel Walini dilakukan pada sisi inlet dan outlet secara bersamaan dengan menggunakan metode open-cut dengan menggali permukaan tanah hingga ke dasar galian dengan sudut lereng galian tertentu (slope angle). Tunnel Walini sendiri merupakan tunnel garis lurus dengan kemiringan 1‰ (satu per mil) dan memiliki klasifikasi tingkat batuan yang cukup tinggi (grade V) serta kedalaman maksimum 37 meter.

Terowongan Kereta Cepat di WaliniTerowongan Kereta Cepat di Walini Foto: Sylke Febrina Laucereno


(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed