Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Mei 2019 10:10 WIB

Cerita di Balik Keputusan Jokowi Renovasi Masjid Istiqlal

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: (Isfari Hikmat/detikcom) Foto: (Isfari Hikmat/detikcom)
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bercerita mengenai awal mula rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merenovasi Masjid Istiqlal.

Basuki menjelaskan, rencana renovasi itu bermula saat Jokowi mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi berkeliling ke masjid pada tahun lalu. Setelah mengunjungi masjid, Jokowi langsung berpesan kepada Basuki untuk segera merenovasi masjid.

"Pertama saya ucapkan terima kasih Pak Lukman (Menteri Agama) beliau owner-nya, kami ini tukangnya yang merenovasi. Satu perintahnya Pak Presiden setelah mengantarkan PM India Modi karena beliau merasa surprise, ternyata kondisinya memang harus direnovasi," terang Basuki di Kementerian PUPR Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Kemudian, kata Basuki, presiden meminta agar masjid tersebut segera direnovasi dengan baik. Jokowi ingin spesifikasinya seperti Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan, Jakarta.

"Tolong direhabilitasi, direnovasi menjadi lebih baik seperti kita merenovasi GBK," kata Basuki.


Dia mengatakan, renovasi ini dimulai pada Ramadhan kali ini. Dia berharap, renovasi ini rampung sesuai rencana.

"Ramadhan tahun ini kita mulai pekerjaannya. Mudah-mudahan sesuai rencana," ungkapnya.

Untuk diketahui, nilai kontrak pembangunan masjid ini senilai Rp 465 miliar. Pekerjaan akan berjalan selama 300 hari kalender dengan kontraktor pelaksana PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan manajemen konstruksi PT Virama Karya.

Adapun lingkup renovasi meliputi penataan ulang kawasan pada plaza dan gerbang, area dalam masjid, mihrab, koridor, ruang wudhu, toilet, dan lain-lain.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed