Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 15 Jun 2019 18:30 WIB

Kereta Cepat JKT-BDG Dipatok Mulai Rp 227.000, Mahal atau Murah?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Dok. KCIC Foto: Dok. KCIC
Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) telah mengumumkan harga tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung (JKT-BDG) bakal dijual mulai dari US$ 16. Nantinya tiket tetap dijual dalam bentuk rupiah mengacu kurs yang berlaku saat harga sudah diresmikan. Sebagai gambaran, jika mengacu kurs saat ini Rp 14.000 per US$ maka tiket tersebut seharga Rp 224.000.

Lantas, dengan harga tersebut apakah masyarakat bersedia menggunakan kereta cepat?

Manajer PR & CSR PT KCIC Deni Yusdiana mengatakan, harga tersebut didapatkan dari hasil studi kelayakan (feasibility study/FS) yang dilakukan. Dari studi tersebut didapatkan harga yang paling pas adalah US$ 16. Dia memastikan masyarakat bersedia dengan harga tersebut karena masih kompetitif.

"Sejauh ini kompetitif, kami asumsi dengan (harga) sebesar itu masih dinilai kompetitif apalagi kan ini operasional di tahun 2021," kata dia kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (15/6/2019).



Saat ini ada beragam pilihan moda dari Jakarta ke Bandung serta sebaliknya, mulai dari kereta api milik PT KAI, hingga bus. Dia menilai adanya moda transportasi lain tak akan menurunkan minat masyarakat menggunakan kereta cepat dengan harga US$ 16.

Dia menjelaskan, kereta cepat punya keunggulan dari sisi kecepatan dan fasilitas. Informasi resmi dari PT KCIC, waktu tempuhnya adalah 35 menit jika perjalanan tanpa berhenti di tiap-tiap stasiun. Jika berhenti di tiap stasiun total waktu tempuhnya 46 menit. Ditambah waktu antar kereta atau headway hanya 20 menit.

"Karena yang dijual kalau kereta cepat itu kecepatannya sih, sisi kecepatan dan kenyamanan, kemudian jamnya juga jam ketersediaannya karena headway-nya kan sangat dekat," tambahnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed