Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 02 Jul 2019 19:10 WIB

Ongkos Angkut Barang Masih Mahal, Ini Saran Pengusaha Logistik

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Semua pihak yang ada dalam rantai logistik punya keinginan menekan biaya logistik. Karena itu pemerintah perlu menyusun langkah lebih detail untuk merealisasikan pelabuhan yang terintegrasi, yang diyakini akan menekan biaya logistik.

"Untuk memperbaiki biaya logistik perlu komitmen bersama regulator, yaitu ada kementerian yang secara langsung menangani, yaitu Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Perhubungan," ungkap Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Hanafi.

Menurut Yukki, konsep Trilogi Maritim yang mengintegrasikan infrastruktur pelabuhan dan jalan akses sebetulnya bukan hal baru. Sekarang yang lebih penting dikembangkan adalah bagaimana teknis pelaksanaannya secara detail agar segera terealisasi.

"Ini yang belum terdengar dan harus dibicarakan," kata Yukki.


Menurutnya, para pelaku dalam rantai logistik terdiri atas dua aktifitas, yaitu logistik infrastruktur dan jasa logistik.

"Kita semua harus mempunyai pemahaman yang sama. Konsep sudah ada, bahkan Sislognas juga berbicara mengenai pelabuhan yang terintegrasi, seperti yang disampaikan Pelindo II, di mana kawasan industri itu menjadi faktor utama," paparnya.

Belum lama ini, lanjut Yukki, para pihak pemangku kepentingan logistik mengevaluasi hal-hal teknis, seperti kemacetan menuju pelabuhan, karena kegiatan ekspor masih memakan waktu 1,5 hari dan Import 2 sampai 3 hari. Digitalisasi menjadi salah satu kunci memperbaiki hal tersebut.

"Infrastruktur , konektivitas dan logistik memang menjadi kuncinya, jadi sebaiknya Pelindo II bersama regulator dan seluruh stake holder bersama-sama melakukan perbaikan yang lebih optimal," ujarnya.


Sebelumnya, Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn G Masassya yakin bahwa implementasi trilogi maritim akan menurunkan biaya logistik nasional.

"Trilogi Maritim sejalan dengan rencana pemerintah menurunkan biaya logistik sebesar 4,9 persen dalam tiga tahun ke depan. Kami yakin implementasinya akan menurunkan biaya logistik dari 23,6 persen per PDB di 2018 menjadi 18,7 persen pada 2022," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Simak Video "Jokowi Sebut PSBB Ganggu Distribusi Kebutuhan Pokok"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com