Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Agu 2019 22:30 WIB

Ini Proyek yang Dongkrak Laba Bersih HK di Semester I-2019

Uji Sukma Medianti - detikFinance
Tol Trans Sumatera/Foto: Dok. PT Hutama Karya (Persero) Tol Trans Sumatera/Foto: Dok. PT Hutama Karya (Persero)
Jakarta - Pada semester I-2019, PT Hutama Karya (Persero) menorehkan laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun. Selain meningkat dua kali lipat dari target laba bersih 2018 yakni sebesar 50,17%, angka ini juga naik 79,81% dibandingkan periode yang sama di 2018 sebesar Rp 614 miliar.

Perolehan laba bersih ini didukung oleh kontribusi positif dari progres pekerjaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Ruas JTTS di Bakauheni-Terbanggi Besar sudah beroperasi penuh sepanjang 140 km. Ruas ini telah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Maret lalu.

Sedangkan ruas selanjutnya yang akan segera beroperasi adalah Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, panjangnya 185 km. Adapun, sepanjang 33 km dari ruas tersebut yaitu berada di Kayu Agung-Betung yang tersambung hingga Palembang, konsesinya dimiliki pihak lain. Ketika keseluruhan ruas tersebut rampung, maka Lampung dan Palembang akan tersambung pada akhir tahun ini.


Adapun, untuk Sumatera bagian utara yaitu ruas Medan-Binjai, Hutama Karya sudah menyelesaikan pembangunan seksi II dan III sepanjang 11 km. Sementara seksi I progres konstruksinya telah mencapai 91%.

"Dengan demikian, selama 4,5 tahun terakhir ini Hutama Karya telah menyelesaikan Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang ±470 km," ungkap Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo beberapa waktu lalu.

Selain mendapatkan kontribusi dari JTTS, pendapatan HK pada semester I-2019 didukung oleh pekerjaan segmen jalan dan jembatan, EPC/PLTU, serta prasarana perhubungan. Hutama Karya juga menerapkan metode Building Information Management (BIM).

Metode yang dimulai sejak 2018 ini memungkinkan pelaksana proyek untuk mendapatkan informasi mengenai pembangunan proyek secara lebih akurat pada setiap siklus atau tahapan pembangunan, yaitu dengan melakukan analisa dan pengendalian yang lebih baik dibandingkan pengerjaan manual. Hal ini mampu menghemat biaya dan waktu pada pelaksanaan proyek.

Dari bidang supply chain management, Hutama Karya terus membenahi sistem pengadaannya. Setelah melakukan sentralisasi pengadaan pada 2018 lalu, Hutama Karya kemudian melakukan penguatan dengan membentuk Strategic Partnership. Tujuannya untuk membangun hubungan baik dan melakukan verifikasi vendor-vendor terseleksi yang telah dilaksanakan sejak Juli hingga September 2019 nanti.


Proses sentralisasi pengadaan ini terbukti mampu menghasilkan efisiensi pada beban pokok penjualan yang dapat ditekan hingga 83,18% di Semester I 2019. "HPP kita lebih baik dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu, yang saat itu masih sebesar 91,10%," terangnya.

Dari sisi perolehan margin, Hutama Karya mencatatkan pertumbuhan Net Profit Margin (NPM) yang positif. Net Profit Margin tumbuh sebesar 13,61% jika dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama di tahun 2018 yaitu sebesar 6,35%.

Sebagai informasi, Hutama Karya mendapat penugasan JTTS pada 2014-2015. Penugasan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 yang diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015. (ujm/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com